😊 Landing page sudah jadi.
😆 Iklan sudah jalan.
😎 Traffic mulai masuk.
🥲 Tapi… tidak ada yang membeli? Tidak ada yang mendaftar? Tidak ada yang menghubungi?
Jika Anda pernah mengalami ini, besar kemungkinan ada kesalahan dalam pembuatan landing page yang tidak Anda sadari.
Banyak orang berpikir landing page gagal karena desainnya kurang menarik. Padahal, akar masalahnya sering jauh lebih dalam: strategi yang keliru, pesan yang tidak relevan, atau struktur yang tidak dirancang untuk mengarahkan pengunjung ke satu tujuan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap berbagai kesalahan dalam pembuatan landing page. Mulai dari kesalahan strategis, copywriting, desain, hingga teknis, lengkap dengan penjelasan dan cara menghindarinya.
Kenapa Banyak Landing Page Gagal Convert?
Sebelum masuk ke daftar kesalahan, kita perlu memahami satu hal penting:
Landing page bukan sekadar halaman website.
Landing page adalah alat konversi.
Tujuan utamanya bukan tampil keren tetapi mengubah pengunjung menjadi aksi (lead, pembeli, pendaftar, booking, dll).
Ketika landing page gagal, biasanya karena:
Tidak memiliki satu tujuan yang jelas
Tidak memahami siapa targetnya
Tidak menyentuh masalah utama pengunjung
Tidak dirancang berdasarkan perilaku user
Tidak pernah dievaluasi performanya
Sekarang kita masuk ke pembahasan utama.
A. Kesalahan Strategis dalam Pembuatan Landing Page
Ini adalah kesalahan paling fatal. Karena jika fondasinya salah, desain secantik apa pun tetap tidak akan menghasilkan konversi.
1. Tidak Melakukan Riset Target Market
Salah satu kesalahan dalam pembuatan landing page yang paling sering terjadi adalah langsung membuat halaman tanpa riset.
Pertanyaan yang jarang dijawab:
Siapa targetnya?
Masalah utama mereka apa?
Ketakutan mereka apa?
Bahasa seperti apa yang mereka gunakan?
Tanpa riset, landing page akan berisi asumsi.
Dan asumsi hampir selalu salah.
Solusi:
Lakukan minimal riset sederhana:
Baca komentar kompetitor
Analisis review pelanggan
Pelajari pertanyaan yang sering muncul
Gunakan bahasa mereka, bukan bahasa Anda.
2. Tidak Menentukan Satu Tujuan Utama
Landing page yang baik hanya memiliki satu tujuan utama.
Namun banyak orang membuat landing page dengan tujuan ganda:
Mau jualan
Mau kumpulkan leads
Mau branding
Mau arahkan ke WhatsApp
Mau arahkan ke marketplace
Hasilnya? Pengunjung bingung.
Ketika terlalu banyak pilihan, tingkat konversi justru turun. Ini dikenal sebagai paradox of choice.
Solusi:
Tentukan sejak awal:
Apakah ini landing page untuk closing langsung?
Atau untuk mengumpulkan data calon pelanggan?
Atau untuk booking konsultasi?
Satu halaman = satu tujuan.
3. Tidak Memahami Tahap Customer Journey
Landing page untuk cold traffic berbeda dengan landing page untuk warm traffic.
Cold traffic:
Belum kenal brand Anda
Belum percaya
Butuh edukasi
Warm traffic:
Sudah tahu produk
Tinggal butuh dorongan
Jika Anda langsung hard selling ke audiens yang belum kenal Anda, konversi akan rendah.
Kesalahan dalam pembuatan landing page sering terjadi karena semua traffic diperlakukan sama.
4. Tidak Selaras dengan Iklan
Ini kesalahan klasik.
Iklan bilang:
“Diskon 50% Hari Ini”
Landing page malah tidak membahas diskon tersebut di bagian atas.
Pengunjung merasa tidak menemukan apa yang dijanjikan.
Akhirnya mereka keluar.
Landing page harus konsisten dengan pesan di iklan:
Headline harus sinkron
Visual harus relevan
Penawaran harus jelas
B. Kesalahan dalam Copywriting Landing Page
Setelah strategi, kesalahan terbesar berikutnya ada di copywriting.
5. Headline Terlalu Umum dan Tidak Menyentuh Masalah
Contoh headline lemah:
“Jasa Pembuatan Website Profesional”
Headline ini terlalu generik. Tidak spesifik. Tidak menyentuh masalah.
Contoh headline lebih kuat:
“Sudah Punya Website Tapi Masih Sepi Closing? Ini Solusinya.”
Perbedaan utamanya:
Menyentuh rasa sakit
Spesifik
Relevan
Headline adalah 80% penentu apakah orang lanjut membaca atau tidak.
6. Fokus pada Fitur, Bukan Manfaat
Banyak landing page menjelaskan fitur seperti:
Desain modern
Hosting cepat
SSL gratis
Responsive
Masalahnya?
Pengunjung tidak peduli fitur.
Mereka peduli hasil.
Alih-alih menulis:
Hosting cepat dengan server premium
Lebih kuat jika ditulis:
Website Anda tetap stabil meski traffic tinggi saat promo.
Fitur menjelaskan produk.
Manfaat menjelaskan dampaknya bagi pembeli.
Mengganti headline karena “terlihat kurang keren”
Mengganti warna tombol karena “lebih estetik”
Tanpa data, perubahan bisa memperburuk performa.
19. Menganggap Landing Page Selesai Setelah Live
Ini kesalahan mindset.
Landing page terbaik selalu melalui:
Evaluasi
Testing
Optimasi
Penyempurnaan
Yang membedakan landing page biasa dan landing page high-converting bukan desainnya, tapi proses optimasinya.
Checklist Audit: Apakah Landing Page Anda Mengalami Kesalahan Ini?
Coba cek:
Apakah hanya ada satu tujuan utama?
Apakah headline menyentuh masalah?
Apakah CTA jelas dan spesifik?
Apakah sudah mobile-friendly?
Apakah loading cepat?
Apakah sudah ada social proof?
Apakah sudah pasang tracking?
Apakah sudah pernah diuji performanya?
Jika 3 atau lebih jawabannya “tidak”, besar kemungkinan itulah penyebab konversi rendah.
Kesimpulan
Kesalahan dalam pembuatan landing page bukan hanya soal desain.
Masalah paling sering justru ada di:
Strategi
Copywriting
Struktur pesan
Tracking dan optimasi
Landing page yang efektif adalah kombinasi dari:
Riset yang tepat
Pesan yang kuat
Struktur yang jelas
Pengujian berkelanjutan
Jika landing page Anda saat ini tidak menghasilkan konversi, jangan langsung menyalahkan iklan.
Evaluasi dulu fondasi dan strukturnya.
Karena sering kali, bukan traffic yang kurang.
Tapi halaman yang belum siap mengubah pengunjung menjadi pelanggan.
Landing Page Anda Masih Mengalami Kesalahan di Atas?
Jika setelah membaca artikel ini Anda menyadari ada 3 atau lebih kesalahan dalam pembuatan landing page yang sedang Anda gunakan, mungkin ini saatnya melakukan evaluasi serius.
Landing page bukan sekadar halaman cantik. Ia harus dirancang dengan strategi, struktur copywriting yang kuat, dan optimasi konversi yang terukur.
Kami membantu bisnis dan pebisnis online membuat landing page yang:
Fokus pada konversi, bukan sekadar desain
Disusun berdasarkan riset target market
Menggunakan struktur copywriting yang terbukti efektif
Siap digunakan untuk iklan (Meta Ads / Google Ads)
Biaya landing page bisa mulai dari 1 jutaan hingga belasan juta rupiah. Bahkan untuk kebutuhan skala besar bisa lebih dari itu.
Artikel ini akan membedah secara detail:
Apa saja komponen biaya dalam jasa pembuatan landing page
Faktor utama yang mempengaruhi harga
Perbedaan landing page murah, menengah, dan premium
Perbandingan buat sendiri vs jasa profesional
Kesalahan umum saat memilih jasa landing page
Tujuannya sederhana:
Agar Anda memahami bukan hanya “berapa harganya”, tetapi juga “apa yang sebenarnya Anda bayar”.
Apa Itu Jasa Pembuatan Landing Page?
Jasa pembuatan landing page adalah layanan profesional yang membantu bisnis membuat halaman khusus yang dirancang untuk tujuan konversi tertentu, seperti:
Mengumpulkan leads
Menjual produk
Mendaftar webinar
Booking konsultasi
Mengarahkan ke WhatsApp
Berbeda dengan website company profile yang memiliki banyak halaman dan menu, landing page dirancang fokus pada satu tujuan.
Di era digital seperti sekarang, memiliki kehadiran online bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan. Namun banyak pebisnis pemula masih bingung saat harus memilih: lebih efektif mana untuk jualan online, landing page atau website?
Sebagian orang langsung membuat website lengkap dengan banyak menu. Sebagian lainnya memilih landing page yang fokus pada satu penawaran. Keduanya terlihat mirip, tetapi sebenarnya memiliki fungsi dan tujuan yang sangat berbeda.
Jika Anda salah memilih, dampaknya bisa besar:
❌ Iklan boros
❌ Konversi rendah
❌ Pengunjung bingung
❌ Penjualan tidak maksimal
Karena itu, mari kita bahas secara lengkap dan objektif: Landing Page vs Website: mana yang lebih efektif untuk bisnis online Anda?
Landing Page Vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Penjualan?
Apa Itu Website?
Website adalah kumpulan halaman yang saling terhubung dalam satu domain. Biasanya terdiri dari:
Halaman beranda (homepage)
Tentang kami
Layanan / produk
Blog
Kontak
Dan halaman lainnya
Website dirancang untuk memberikan informasi yang lengkap tentang bisnis Anda.
Fungsi utama website:
Membangun kredibilitas
Menampilkan profil bisnis
Mendukung SEO jangka panjang
Menjadi pusat informasi
Website cocok untuk brand yang ingin membangun kepercayaan dan otoritas.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman tunggal yang dirancang dengan satu tujuan spesifik biasanya untuk konversi.
Tujuan tersebut bisa berupa:
Mengisi form
Mendaftar webinar
Membeli produk
Menghubungi via WhatsApp
Download ebook
Berbeda dengan website, landing page tidak memiliki banyak navigasi. Fokusnya hanya satu: mendorong pengunjung melakukan tindakan.
Landing page sering digunakan dalam:
Iklan Facebook / Instagram
Google Ads
Campaign promo
Launching produk
Img Perbedaan Utama Landing Pagedan Website
Perbedaan Utama Landing Page dan Website
Berikut perbandingan sederhana agar lebih mudah dipahami:
Aspek
Website
Landing Page
Jumlah halaman
Banyak
Satu halaman
Navigasi
Banyak menu
Minim / tanpa menu
Tujuan
Informasi & branding
Satu tujuan konversi
Cocok untuk
SEO & brand
Iklan & campaign
Fokus konten
Beragam
Sangat spesifik
Konversi
Tidak selalu fokus
Sangat fokus
Dari tabel ini sudah terlihat bahwa fungsi keduanya berbeda.
Namun jika kita berbicara soal jualan online dengan target konversi cepat, landing page sering kali lebih efektif.
Kenapa?
Karena landing page dirancang berdasarkan prinsip konversi yang sering dibahas dalam praktik digital marketing modern, seperti yang banyak diulas oleh HubSpot dalam berbagai riset pemasaran digital mereka.
Landing page menghilangkan distraksi dan mengarahkan pengunjung hanya pada satu tindakan.
Kelebihan Website untuk Bisnis Online
Walaupun landing page unggul dalam konversi cepat, website memiliki kelebihan tersendiri.
Meningkatkan Kredibilitas
Website berperan penting dalam membangun kredibilitas bisnis online karena menjadi representasi resmi dan profesional dari sebuah brand.
Ketika calon pelanggan mencari informasi tentang suatu bisnis, mereka cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki website sendiri dibandingkan yang hanya mengandalkan media sosial.
Website menunjukkan bahwa bisnis tersebut serius, terstruktur, dan memiliki identitas yang jelas.
Selain itu, website memungkinkan bisnis menampilkan profil perusahaan, testimoni pelanggan, portofolio, sertifikasi, serta informasi kontak yang lengkap.
Elemen-elemen ini membantu meningkatkan rasa percaya konsumen. Dengan desain yang profesional dan informasi yang transparan, website dapat memperkuat citra brand dan meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan transaksi.
Mendukung SEO Jangka Panjang
Website menjadi fondasi utama dalam strategi SEO (Search Engine Optimization) jangka panjang karena semua konten yang dioptimasi akan tersimpan dan terindeks oleh mesin pencari seperti Google.
Dengan memiliki website, bisnis dapat membuat artikel, halaman layanan, dan landing page yang ditargetkan pada kata kunci tertentu untuk meningkatkan visibilitas di hasil pencarian.
Berbeda dengan media sosial yang jangkauannya terbatas oleh algoritma, website memberikan kontrol penuh terhadap struktur konten, optimasi teknis, dan strategi backlink.
Dalam jangka panjang, website yang dioptimasi dengan baik dapat menghasilkan trafik organik yang stabil dan berkelanjutan, sehingga membantu bisnis mendapatkan calon pelanggan tanpa harus selalu bergantung pada iklan berbayar.
Menyediakan Informasi Lengkap
Website memungkinkan perusahaan menyajikan informasi secara lengkap dan terstruktur kepada pelanggan, mitra, maupun investor.
Melalui website, perusahaan dapat menampilkan profil perusahaan, visi dan misi, daftar produk atau layanan, portofolio, testimoni klien, hingga informasi kontak resmi dalam satu platform yang mudah diakses kapan saja.
Informasi yang tersusun rapi ini membantu membangun pemahaman yang jelas mengenai identitas dan kredibilitas perusahaan.
Selain itu, website juga dapat memuat informasi yang lebih mendalam seperti artikel edukatif, laporan tahunan, berita perusahaan, hingga halaman FAQ untuk menjawab pertanyaan umum pelanggan.
Dengan adanya informasi yang detail dan transparan, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengurangi kesalahpahaman terkait produk atau layanan yang ditawarkan.
Cocok untuk Bisnis Skala Besar
Bisnis skala besar sangat cocok menggunakan website karena memiliki kebutuhan komunikasi dan operasional yang lebih kompleks.
Website dapat menjadi pusat informasi resmi yang menghubungkan berbagai cabang, layanan, dan segmen pasar dalam satu sistem yang terintegrasi.
Dengan website, perusahaan besar dapat mengelola branding secara konsisten dan menyampaikan pesan yang seragam kepada audiens yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kelebihan Landing Page untuk Jualan Online
Fokus pada Satu Tujuan
Landing page dirancang dengan fokus pada satu tujuan spesifik, seperti mengumpulkan leads, menjual produk tertentu, atau mendorong pendaftaran.
Berbeda dengan website yang memiliki banyak menu dan halaman, landing page meminimalkan distraksi sehingga pengunjung diarahkan untuk melakukan satu tindakan utama.
Dengan struktur yang sederhana dan call-to-action yang jelas, peluang tercapainya tujuan tersebut menjadi lebih besar.
Lebih Tinggi Potensi Konversinya
Karena memiliki fokus tunggal dan alur yang terarah, landing page umumnya memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi dibandingkan website biasa.
Elemen seperti headline persuasif, manfaat produk, testimoni, dan tombol aksi ditempatkan secara strategis untuk mempengaruhi keputusan pengunjung.
Tanpa gangguan navigasi yang kompleks, pengunjung lebih mudah terdorong untuk mengambil tindakan yang diinginkan.
Cocok untuk Iklan Berbayar
Landing page sangat ideal digunakan dalam kampanye iklan berbayar karena dapat disesuaikan dengan pesan iklan secara spesifik.
Ketika seseorang mengklik iklan, mereka akan diarahkan ke halaman yang relevan dengan promosi tersebut, sehingga meningkatkan kesesuaian pesan dan pengalaman pengguna.
Hal ini membantu meningkatkan kualitas traffic serta memaksimalkan efektivitas biaya iklan.
Mudah Diukur dan Dioptimasi
Landing page lebih mudah diukur performanya karena memiliki satu tujuan yang jelas dan metrik yang terfokus, seperti conversion rate atau jumlah leads.
Dengan data tersebut, pemilik bisnis dapat melakukan A/B testing pada judul, gambar, atau tombol call-to-action untuk meningkatkan hasil.
Proses optimasi menjadi lebih sederhana dan terarah dibandingkan website yang memiliki banyak halaman dan tujuan berbeda.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Landing Page?
Gunakan landing page jika:
Anda menjalankan iklan berbayar
Anda ingin mengumpulkan leads
Anda sedang promo terbatas
Anda launching produk baru
Anda ingin hasil cepat
Landing page sangat cocok untuk strategi funnel marketing bagian bawah (bottom of funnel).
Kapan Sebaiknya Menggunakan Website?
Gunakan website jika:
Anda ingin membangun brand jangka panjang
Anda mengandalkan SEO
Anda memiliki banyak layanan
Anda ingin tampil profesional
Website cocok untuk strategi funnel bagian atas (top of funnel).
Apakah Harus Memilih Salah Satu?
Tidak.
Strategi terbaik dalam digital marketing modern adalah menggabungkan keduanya.
Contoh strategi ideal:
Website digunakan untuk branding & SEO
Landing page digunakan untuk campaign iklan
Traffic iklan diarahkan ke landing page
Pengunjung yang ingin tahu lebih lanjut bisa diarahkan ke website utama
Jadi, Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?
Jika pertanyaannya adalah:
👉 Mana yang lebih efektif untuk jualan cepat melalui iklan?
Jawaban: Landing page.
👉 Mana yang lebih efektif untuk membangun brand jangka panjang?
Jawaban: Website.
👉 Mana yang paling ideal untuk bisnis modern?
Jawaban: Kombinasi keduanya.
Rekomendasi Strategi Terbaik
Untuk UMKM atau bisnis kecil:
Mulai dengan landing page untuk konversi.
Setelah penjualan stabil, bangun website untuk branding.
Integrasikan keduanya dalam funnel marketing.
Untuk bisnis menengah dan besar:
Gunakan website sebagai pusat brand
Gunakan banyak landing page untuk campaign berbeda
Lakukan A/B testing rutin
Gunakan data analytics untuk optimasi
Kesimpulan
Landing page dan website bukanlah kompetitor, melainkan dua alat dengan fungsi berbeda.
Website membangun fondasi. Landing page menghasilkan konversi.
Jika Anda ingin jualan online dengan hasil maksimal, pahami tujuan bisnis Anda terlebih dahulu, lalu pilih strategi yang tepat.
Dalam banyak kasus, kombinasi keduanya adalah pendekatan paling efektif untuk meningkatkan penjualan, membangun brand, dan memperkuat kehadiran digital bisnis Anda.
Siap Punya Landing Page yang Benar-Benar Menghasilkan?
Kalau Anda merasa proses membuat landing page terlalu rumit, memakan waktu, dan takut hasilnya tidak maksimal…
Serahkan saja pada ahlinya! Digiboostz melalui jasa pembuatan landing page siap membantu pebisnis dan UMKM membuat landing page yang tidak hanya terlihat bagus, tapi juga dirancang untuk konversi.
Memilih jasa pembuatan landing page bukan sekadar mencari desainer website. Landing page adalah alat penjualan digital yang akan menentukan apakah iklan Anda menghasilkan leads atau hanya menghabiskan budget.
Banyak bisnis sudah mengeluarkan jutaan rupiah untuk iklan, tetapi konversinya rendah. Setelah ditelusuri, masalahnya bukan pada produk, melainkan pada landing page yang tidak optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah salah memilih jasa pembuatan landing page.
Karena itu, sebelum Anda memutuskan bekerja sama dengan vendor mana pun, penting untuk memahami cara memilih jasa pembuatan landing page yang benar.
Artikel ini akan membahas secara lengkap:
Kriteria jasa landing page profesional
Hal-hal yang wajib Anda cek sebelum deal
Kesalahan umum saat memilih vendor
Perbedaan freelancer dan agensi
Cara menilai harga jasa landing page
Checklist praktis agar tidak salah pilih
Kenapa Memilih Jasa Pembuatan Landing Page Tidak Boleh Asal?
Landing page berbeda dengan website biasa. Website berfungsi sebagai profil bisnis sedangkan landing page berfungsi sebagai mesin konversi.
Landing page yang baik harus mampu:
Mengarahkan pengunjung ke satu tujuan
Meningkatkan konversi
Mendukung performa iklan
Memudahkan tracking hasil
Jika salah memilih jasa, risiko yang bisa terjadi:
Desain bagus tapi tidak konversi
Tidak mobile friendly
Loading lambat
Tidak ada tracking pixel
Copywriting lemah
Tidak bisa dioptimasi ulang
Akibatnya? budget iklan terbuang sia-sia.
1. Tentukan Tujuan Landing Page Anda Terlebih Dahulu
Sebelum mencari jasa pembuatan landing page, pastikan Anda sudah menjawab pertanyaan ini:
Landing page ini untuk apa?
Target audiensnya siapa?
Digunakan untuk iklan atau organik?
Ingin fokus ke leads atau penjualan langsung?
Contoh tujuan berbeda akan menghasilkan struktur landing page berbeda:
Tujuan
Fokus Struktur
Lead generation
Form & CTA kuat
Penjualan langsung
Copy persuasif & urgensi
Webinar
Informasi + benefit
Jasa profesional
Trust & kredibilitas
Jika Anda belum jelas tujuannya, vendor pun akan kesulitan membuat landing page yang efektif.
2. Periksa Portofolio Secara Strategis (Bukan Sekadar Desain)
Jika vendor terlalu cepat menawarkan harga tanpa bertanya detail bisnis, itu tanda kurang profesional.
7. Perhatikan Cara Mereka Berkomunikasi
Komunikasi mencerminkan kualitas kerja.
Apakah mereka:
Responsif?
Mendengarkan kebutuhan Anda?
Memberikan masukan strategis?
Menjawab dengan jelas dan terstruktur?
Landing page adalah alat marketing. Vendor yang baik akan bertindak seperti partner, bukan sekadar eksekutor.
8. Jangan Terjebak Harga Murah
Harga jasa pembuatan landing page bisa sangat bervariasi.
Namun perlu dipahami:
Landing page murah ≠ landing page efektif.
Landing page yang digunakan untuk iklan harus:
Terstruktur
Teruji
Bisa ditracking
Siap dioptimasi
Jika landing page gagal menghasilkan konversi, biaya iklan Anda yang akan rugi jauh lebih besar daripada selisih harga jasa.
Fokus pada value, bukan hanya harga.
9. Pahami Perbedaan Freelancer dan Agensi
Anda juga perlu menentukan jenis penyedia jasa.
Freelancer
Kelebihan:
✔ Harga lebih fleksibel
✔ Komunikasi langsung
Kekurangan:
✖ Kapasitas terbatas
✖ Tergantung satu orang
Agensi
Kelebihan:
✔ Tim lebih lengkap
✔ Biasanya ada copywriter & strategist
✔ Proses lebih sistematis
Kekurangan:
✖ Harga lebih tinggi
Pilih sesuai kebutuhan dan skala bisnis Anda.
10. Ajukan Pertanyaan Penting Ini Sebelum Deal
Sebelum menandatangani kerja sama, ajukan pertanyaan berikut:
Apakah ada struktur standar yang digunakan?
Bagaimana cara mengukur keberhasilan landing page?
Apakah bisa melakukan optimasi ulang setelah live?
Apakah ada garansi revisi?
Jawaban mereka akan menunjukkan tingkat profesionalisme.
11. Pastikan Landing Page Bisa Dioptimasi Lagi Kedepannya
Landing page yang baik bukan hanya “jadi lalu selesai”.
Idealnya bisa:
Diuji A/B
Diintegrasikan dengan email marketing
Diupdate kontennya
Dioptimasi performanya
Vendor yang baik akan memikirkan jangka panjang.
Kesalahan Umum Saat Memilih Jasa Landing Page
Hindari kesalahan berikut:
❌ Hanya fokus desain
❌ Tergiur harga murah
❌ Tidak mengecek portofolio
❌ Tidak menanyakan fitur detail
❌ Tidak mempertimbangkan mobile
❌ Tidak membandingkan vendor
Kesalahan ini sering membuat bisnis rugi di belakang.
Checklist Lengkap Memilih Jasa Pembuatan Landing Page
Gunakan checklist ini sebelum deal:
✔ Sudah menentukan tujuan landing page
✔ Sudah memahami target audiens
✔ Sudah melihat portofolio detail
✔ Sudah membandingkan minimal 3 vendor
✔ Sudah mengetahui fitur yang termasuk
✔ Sudah menilai kualitas komunikasi
✔ Sudah mempertimbangkan value dibanding harga
✔ Sudah menanyakan proses & timeline
Jika semua terpenuhi, risiko salah pilih jauh lebih kecil.
Kesimpulan
Cara memilih jasa pembuatan landing page tidak boleh asal. Landing page adalah aset digital yang menentukan keberhasilan promosi dan iklan Anda.
Vendor yang tepat bukan hanya yang bisa membuat desain menarik, tetapi yang memahami:
Strategi konversi
Copywriting
User experience
Optimasi mobile
Tracking & integrasi
Dengan memilih jasa pembuatan landing page yang tepat, Anda bukan hanya mendapatkan halaman website, tetapi mesin konversi yang mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Di era digital saat ini, hampir semua bisnis membutuhkan strategi pemasaran online yang efektif. Banyak pebisnis menjalankan iklan di media sosial, membuat website, atau aktif di marketplace. Namun sering kali mereka menghadapi satu masalah yang sama: traffic sudah ada, tetapi penjualan tidak meningkat secara signifikan.
Salah satu penyebab utama hal tersebut adalah halaman penjualan yang tidak dirancang dengan strategi konversi yang tepat. Banyak bisnis hanya mengarahkan calon pelanggan ke halaman website biasa yang tidak fokus pada tujuan penjualan.
Di sinilah landing page memainkan peran yang sangat penting.
Landing page dirancang secara khusus untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi form, mendaftar layanan, atau menghubungi tim sales.
Dengan struktur yang tepat dan copywriting yang kuat, landing page dapat meningkatkan tingkat konversi secara signifikan dibandingkan halaman website biasa.
Pada artikel ini Anda akan mempelajari cara membuat landing page yang efektif untuk meningkatkan penjualan, mulai dari pengertian dasar, struktur landing page, langkah-langkah pembuatannya, hingga tips optimasi konversi.
Artikel ini dirancang sebagai panduan lengkap bagi pebisnis, UMKM, digital marketer, dan siapa saja yang ingin membuat landing page sendiri.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman khusus pada sebuah website yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu.
Biasanya tindakan tersebut berupa:
membeli produk
mengisi form pendaftaran
menghubungi tim sales
mendaftar webinar
mengunduh ebook
Berbeda dengan halaman website biasa yang memiliki banyak navigasi, landing page biasanya memiliki satu fokus utama yaitu konversi.
Landing page biasanya digunakan dalam berbagai aktivitas digital marketing seperti:
Facebook Ads
Google Ads
email marketing
promosi media sosial
Tujuan utama dari landing page adalah mengubah pengunjung menjadi pelanggan.
Karena itulah desain, struktur, dan copywriting pada landing page biasanya dibuat secara khusus agar mampu mempengaruhi keputusan pengunjung.
Mengapa Landing Page Penting Untuk Bisnis Online?
Banyak pemilik bisnis bertanya mengapa mereka perlu membuat landing page jika sudah memiliki website atau media sosial.
Jawabannya cukup sederhana: landing page dirancang untuk meningkatkan konversi.
Berikut beberapa alasan mengapa landing page sangat penting untuk bisnis online.
Fokus pada satu tujuan
Landing page dirancang dengan satu tujuan yang jelas, misalnya menjual produk atau mengumpulkan leads.
Hal ini membuat pengunjung tidak terdistraksi oleh banyak menu atau halaman lain.
Meningkatkan efektivitas iklan
Jika Anda menjalankan iklan digital seperti Facebook Ads atau Google Ads, landing page dapat membantu meningkatkan performa iklan karena pengunjung diarahkan langsung ke halaman yang relevan.
Meningkatkan kepercayaan calon pelanggan
Landing page yang dirancang dengan baik biasanya berisi informasi lengkap tentang produk atau layanan, testimoni pelanggan, serta bukti sosial lainnya yang dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung.
Membantu proses penjualan
Landing page biasanya dirancang mengikuti alur psikologi pelanggan sehingga mampu membimbing pengunjung dari tahap ketertarikan hingga akhirnya melakukan pembelian.
Perbedaan Landing Page dan Website
Banyak orang masih bingung membedakan antara landing page dan website.
Secara sederhana, website biasanya memiliki banyak halaman, sedangkan landing page hanya memiliki satu halaman yang fokus pada konversi.
Website biasanya berisi berbagai informasi seperti:
profil perusahaan
artikel blog
halaman layanan
halaman kontak
Sementara itu, landing page biasanya hanya fokus pada satu produk atau satu penawaran.
Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat landing page yang efektif.
1. Memahami Informasi Produk atau Layanan
Langkah pertama ini sering diremehkan, padahal paling menentukan hasil akhir landing page. Banyak landing page gagal konversi bukan karena desainnya jelek atau traffic-nya sedikit, tapi karena copywriting-nya tidak “kena” ke kebutuhan market. Dan akar masalahnya hampir selalu sama: copywriter tidak benar-benar memahami produknya.
Sebelum menulis satu kalimat pun di landing page, kamu idealnya sudah memahami poin-poin berikut:
1.1 Produkmu itu apa? bukan sekedar Namanya
Produkmu termasuk ketegori apa?
Produk fisik?
Jasa?
Kelas online?
Software?
Peluang bisnis?
Setipa jenis produk butuh pendekatan copywriting yang berbeda.
1.2 Target Market yang Spesifik
Bukan cuma: “Untuk semua orang”
Tapi:
Siapa mereka?
Dalam kondisi apa mereka sekarang?
Masalah apa yang paling mengganggu hidup atau bisnis mereka?
Landing page yang kuat biasanya berbicara ke satu tipe orang, bukan semua orang.
1.3 Masalah Utama
Produk yang bagus selalu lahir dari masalah nyata.
Kamu perlu tahu:
Apa rasa frustrasi terbesar audience?
Apa ketakutan yang sering mereka pendam?
Apa yang bikin mereka overthinking?
Di sinilah copywriting mulai “hidup”.
1.4 Solusi yang Ditawarkan Produk
Bukan cuma “bisa membantu”, tapi:
Membantu bagaimana?
Dengan cara apa?
Dibanding solusi lain, apa bedanya?
Solusi inilah yang nanti diterjemahkan menjadi benefit.
1.5 Benefit Nyata, Bukan Fitur Teknis
Fitur = apa yang produk punya
Benefit = apa yang customer rasakan
Kamu harus bisa menerjemahkan fitur menjadi dampak nyata bagi target market.
1.6 Unique Selling Point (USP)
Kenapa harus produk ini?
Lebih cepat?
Lebih aman?
Lebih berpengalaman?
Lebih praktis?
Lebih terjangkau?
USP adalah senjata utama landing page.
1.7 Alasan Orang Percaya
Di sinilah peran:
Testimoni
Pengalaman
Portofolio
Social proof
Garansi
Tanpa kepercayaan, copywriting sehebat apa pun akan rontok.
Hubungan Langsung Antara Pemahaman Produk & Konversi
Semakin paham produk
Headline makin tajam
Alur copywriting makin logis
Emosi audience lebih tersentuh
Keberatan calon pembeli terjawab
CTA terasa masuk akal
Inilah kenapa landing page yang konversinya tinggi hampir selalu terasa “relate” saat dibaca.
Bukan karena kata-katanya indah, tapi karena:
“Ini gue banget.”
Copywriting Landing Page = Strategi, Bukan Sekadar Tulisan
Landing page yang baik itu seperti sales terbaik:
Paham produk
Paham calon pembeli
Tahu kapan meyakinkan
Tahu kapan menenangkan
Tahu kapan mengajak action
Dan semua itu mustahil dilakukan tanpa memahami informasi produk terlebih dahulu.
Karena itu, sebelum sibuk mencari:
Framework copywriting
Jenis headline
Formula CTA
Pastikan satu hal ini dulu:
Apakah kamu benar-benar paham produk yang akan kamu jual?
Karena copywriting landing page yang efektif selalu dimulai dari pemahaman produk yang mendalam, bukan dari kata-kata yang indah.
2. Menentukan Tujuan dari Landing Page
Kesalahan paling umum pemula adalah ingin semuanya sekaligus.
Landing page seharusnya hanya punya satu tujuan utama, misalnya:
Klik tombol WhatsApp
Isi form konsultasi
Daftar webinar
Beli produk
Kenapa tidak boleh banyak tujuan?
Karena semakin banyak pilihan, semakin besar peluang pengunjung tidak melakukan apa-apa.
Prinsip sederhana:
1 landing page = 1 aksi utama
Kalau kamu ingin banyak tujuan, solusinya bukan satu landing page, tapi beberapa landing page dengan tujuan berbeda.
3. Penulisan Copywriting
Menulis copywriting landing page sering terasa rumit, apalagi kalau kamu baru memulai. Tapi tenang! Kamu gak perlu jadi copywriter profesional dulu untuk membuat landing page.
Kamu bisa menggunakan framework AIDCA. Framework ini bisa membantu kamu untuk menyusun alur copywriting secara logis, persuasif dan terbukti efektif untuk meningkatnkan konversi.
Apa Itu Framework AIDCA?
AIDCA adalah panduan menulis copywriting yang mengikuti cara orang berpikir sebelum membeli.
AIDCA terdiri dari 5 tahap:
Attention – menarik perhatian
Interest – bikin pembaca tertarik
Desire – bikin pembaca ingin
Conviction – bikin pembaca yakin
Action – mengajak bertindak
3. 1 Attention – Menarik Perhatian
Ini bagian paling penting, karena menentukan apakah orang mau lanjut baca atau langsung pergi.
Tujuan Attention:
👉 Bikin orang berhenti scroll dan mikir: “Eh, ini gue banget.”
Untuk menarik perhatian kamu bisa befokus di bagian:
Headline
Sub-Headline (Sebagai pendukung headline jika dibutuhkan)
Ecourse ini adalah panduan lengkap untuk Kamu yang ingin resign dengan matang, aman, dan tetap percaya diri. Berisikan 30+ video panduan mempersiapkan resign, menemukan alasan, kesiapan finansial, mental, explore diri untuk menemukan pekerjaan yang sesuai jati diri (blueprint diri) sampai implementasi resign.
Headline Resign dengan Tenang, Bangun Karier Sesuai Passion & Tetap Berdaya!Jadi di bagian ini Aku menggunakan “benefit headline” yaitu headline yang langsung fokus menjelaskan manfaat dari produknya.
Sub Headline Exit Plan membantu kamu merancang resign secara matang: mulai dari persiapan finansial, mental, hingga membangun side hustle sebelum benar-benar keluar dari pekerjaan.Di bagian sub headlinenya Aku langsung aja berikan penjelasnya pendukung untuk headlinenya.
Visual Di bagian visual nya Aku berikan gambar Ecover Ecourse Exit Plan.
Contoh Bagian Attention – Landing Page Exit Plan
3.2 Interest – Membuat Pembaca Merasa “Ini Gue Banget”
Setelah perhatian didapat, lanjutkan dengan Interest.
Di tahap ini kamu:
Menggambarkan kondisi yang sedang dialami audience
Memperdalam rasa relate
Menunjukkan bahwa kamu paham masalah mereka
Tujuan Interest:
👉 membuat pembaca berpikir: “Kok persis kayak saya ya?”
Contoh:
Mungkinkah Ini yang Kamu Inginkan:
Bisa resign dari PNS / kerjaan utama dengan perencanaan yang matang & aman?
Memiliki pekerjaan yang sesuai passion dan tidak terikat waktu?
Memiliki kebebasan waktu dan bisa dekat dengan keluarga?
Tetapi disisi lain Kamu merasa:
Bingung harus memulai dari mana karena tidak ada yang membimbing?
Takut untuk resign karena belum memiliki sumber pendapatan lainnya?
Takut kehilangan arah karena setelah resign jadi pengangguran?
Overthinking dengan pendapat keluarga dan teman kalau resign dari pekerjaan?
Tenang kamu gak sendirian kok! Aku juga dulu pernah merasakannya.
Contoh Bagian Interest – Landing Page Exit Plan
3.3 Desire – Menumbuhkan Keinginan Memiliki Solusi
Setelah audience merasa dipahami, barulah kamu masuk ke Desire.
Di sini kamu:
Mengenalkan produk sebagai solusi
Menjelaskan manfaat utama
Menunjukkan perubahan yang akan dirasakan
⚠️ Fokuskan pada benefit, bukan fitur teknis.
Contoh:
Memperkenalkan
Ecourse Exit Plan : Panduan Resign Matang Bebas Cemas Untuk Karyawan Tetap
Panduan lengkap untuk Kamu yang ingin resign dengan matang, aman, dan tetap percaya diri. Berisikan 30+ video panduan mempersiapkan resign, menemukan alasan, kesiapan finansial, mental, explore diri untuk menemukan pekerjaan yang sesuai jati diri (blueprint diri) sampai implementasi resign.
List Materi yang akan dipelajari:
Modul 01
Modul 02
Modul 03
Dan seterusnya
Kenapa Kamu Harus Mengikuti Ecourse Exit Plan?
Punya Rencana Resign yang Matang & Terstruktur Tidak lagi bingung atau impulsif. Kamu tahu apa saja yang harus disiapkan, mulai dari mental, finansial, hingga karier pasca resign.
Benefit 02
Benefit 03
Dst
Desire yang kuat membuat audience mulai berpikir:
“Kalau pakai ini, hidup gue bisa berubah.”
Contoh Bagian Desire – Landing Page Exit Plan
3.4 Conviction – Menghilangkan Keraguan & Rasa Takut
Banyak landing page gagal di tahap ini.
Audience sebenarnya sudah tertarik, tapi masih ragu:
“Beneran bisa?”
“Cocok gak buat saya?”
“Takut zonk”
Di sinilah fungsi Conviction.
Isi Conviction bisa berupa:
Testimoni
Pengalaman mentor
Social proof
Garansi
Penjelasan logis & realistis
Contoh:
Conviction membuat audience merasa aman untuk melangkah.
Contoh Bagian Conviction – Landing Page Exit Plan
3.5 Action – Mengajak dengan Jelas dan Meyakinkan
Tahap terakhir adalah Action.
Kesalahan umum:
CTA terlalu lemah
Tidak ada urgensi
Tidak jelas harus klik apa
CTA harus:
Jelas
Spesifik
Relevan dengan masalah audience
Contoh:
Sudah Siap Untuk Merencanakan Resign-mu? Saatnya merencanakan resign-mu dengan bergabung di Ecourse Exit Plan Sekarang!
Beli Sekarang!
4. Membuat Rancangan Desain Landing Page
Setelah copywriting landing pagenya selesai, Kamu bisa membuat rancangan desain landing page (wireframe) di tools desain atau paling mudah sekedar coret-coret di kertas.
Kamu bisa sesuaikan penempatan copywritingnya agar tampilannya bagus, rapi dan enak dilihat. Biar kamu mudah membuat rancangan desainnya, bisa ikutin pola berikut ini:
4.1 Kolom
Biasanya untuk desain 1 kolom aku pakai di bagian:
Header (bagian paling atas yang berisikan headline, sub headline dan visual)
Storytelling (karena banyak konten tulisan jadi Aku buat 1 kolom biar mudah dibaca)
Call to Action yang hanya punya 1 pricelist
Contoh:
Contoh Desain Bagian StorytellingContoh Desain Bagian CTA
4.2 Kolom
Kalau 2 kolom biasanya dipake di bagian konten membutuhkan ilustrasi gambar. Semisal konten teks di kiri dan di bagian kanan menampilkan gambar.
Contoh:
4.3 Lebih dari 2 Kolom
Desain yang nantinya menampilkan lebih dari 2 kolom pada intinya dibuat untuk memberikan variasi desain, agar tampilannya tidak monoton.
Semisal bagian awal pake 1 kolom, lalu 2 kolom, nah selanjutnya bisa pakai 3 kolom atau 4 kolom. Disesuaikan dengan copywriting dan kreativitas masing-masing.
Nanti kalau sudah banyak coba, pasti akan paham polanya.
Contoh:
Pada akhirnya untuk bisa membuat desain landing page yang bagus Kamu perlu untuk sering-sering melihat karya desain landing page orang lain.
Kamu bisa mengunjungi website seperti pinterest, dribble, behance dan website serupa lainnya.
5. Menyiapkan Domain & Hosting
Agar landing page bisa diakses online, kamu membutuhkan:
Domain → alamat website (contoh: namabisnis.com)
Hosting → tempat menyimpan website
Tips untuk pemula:
Pilih domain yang singkat & mudah diingat
Gunakan hosting dengan panel yang user-friendly
Pastikan support mudah dihubungi
Bagian ini memang teknis, tapi hanya dilakukan sekali di awal. Setelah itu, kamu bisa fokus ke pengembangan landing page.
6. Eksekusi Pembuatan Landing Page dengan WordPress + Page Builder
Banyak orang ingin punya landing page sendiri untuk jualan, promosi jasa, atau mengumpulkan leads. Tapi begitu dengar kata coding, langsung ciut nyali.
HTML, CSS, JavaScript—terdengar ribet dan bikin pusing, apalagi buat yang latar belakangnya bukan IT.
Kabar baiknya, sekarang kamu bisa membuat landing page tanpa coding sama sekali. Bahkan, orang awam dan gaptek pun bisa melakukannya.
Salah satu kombinasi tools paling populer dan mudah digunakan adalah WordPress dan Elementor.
Dengan WordPress sebagai platform website dan Elementor sebagai page builder visual, kamu bisa membuat landing page profesional hanya dengan drag and drop.
Page builder adalah tools atau plugin yang digunakan untuk membuat dan mengatur tampilan halaman website secara visual (drag & drop), tanpa perlu coding.
6.1 WordPress: Platform Website Paling Populer
WordPress adalah platform website yang digunakan oleh lebih dari 40% website di dunia. Beberapa alasan WordPress banyak dipilih:
Gratis dan open source
Mudah digunakan pemula
Banyak plugin pendukung
Fleksibel untuk berbagai kebutuhan
Cocok untuk landing page, website bisnis, hingga blog
WordPress menjadi fondasi yang kuat untuk membuat landing page tanpa harus membangun website dari nol dengan coding.
6.2 Elementor: Page Builder Visual Tanpa Coding
Elementor adalah page builder visual yang memungkinkan kamu mendesain halaman website secara langsung di layar.
Dengan Elementor, kamu bisa:
Menyusun layout landing page
Menambahkan teks, gambar, dan tombol
Mengatur warna, font, dan spasi
Melihat hasil desain secara real-time
Semua dilakukan tanpa menulis satu baris kode pun.
7. Optimasi Tampilan Website Agar Responsive
Mayoritas pengunjung landing page datang dari smartphone. Landing page yang tidak responsive berpotensi kehilangan calon pembeli, meskipun produk dan penawarannya sebenarnya menarik.
Pastikan:
Teks mudah dibaca di HP
Tombol CTA cukup besar
Tidak perlu zoom
Loading cepat
Landing page yang bagus di desktop tapi berantakan di HP = konversi hilang.
Selalu cek tampilan:
Desktop
Tablet
Mobile
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Landing Page
Banyak bisnis membuat landing page tetapi tidak mendapatkan hasil yang maksimal karena beberapa kesalahan berikut.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
Setiap jenis bisnis memiliki karakteristik landing page yang berbeda. Struktur, copywriting, hingga pendekatan penawarannya perlu disesuaikan dengan target market.
Berikut beberapa contoh landing page berdasarkan niche bisnis yang bisa Anda pelajari:
Landing page adalah salah satu elemen penting dalam strategi digital marketing modern. Dengan struktur yang tepat dan copywriting yang efektif, landing page dapat membantu meningkatkan konversi dan penjualan secara signifikan.
Melalui artikel ini Anda telah mempelajari berbagai hal penting mulai dari pengertian landing page, struktur landing page yang efektif, hingga langkah-langkah membuat landing page yang mampu meningkatkan penjualan.
Jika Anda memiliki waktu dan ingin belajar, Anda tentu bisa mencoba membuat landing page sendiri menggunakan berbagai tools yang tersedia.
Namun jika Anda ingin memiliki landing page yang benar-benar dirancang untuk meningkatkan konversi dan mendukung strategi pemasaran bisnis Anda, menggunakan jasa pembuatan landing page profesionalbisa menjadi pilihan yang lebih efektif.
Landing page yang dirancang dengan strategi yang tepat tidak hanya terlihat menarik secara visual, tetapi juga mampu membimbing pengunjung hingga akhirnya menjadi pelanggan.
FAQ
Berapa biaya membuat landing page?
Biaya pembuatan landing page sangat bervariasi tergantung kompleksitas desain dan fitur yang dibutuhkan.
Apakah landing page harus menggunakan domain?
Tidak selalu, tetapi menggunakan domain sendiri biasanya terlihat lebih profesional.
Apakah landing page bisa dibuat tanpa coding?
Ya, saat ini banyak tools seperti page builder yang memungkinkan Anda membuat landing page tanpa coding.
Berapa lama membuat landing page?
Waktu pembuatan landing page biasanya berkisar antara beberapa jam hingga beberapa hari tergantung tingkat kompleksitasnya.
Apakah landing page bisa meningkatkan penjualan?
Ya, jika dirancang dengan strategi yang tepat, landing page dapat meningkatkan tingkat konversi dan membantu meningkatkan penjualan bisnis.