19 Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page. Nomor 2 Paling Sering Terjadi!

19 Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page. Nomor 2 Paling Sering Terjadi!

😊 Landing page sudah jadi.
😆 Iklan sudah jalan.
😎 Traffic mulai masuk.

🥲 Tapi… tidak ada yang membeli? Tidak ada yang mendaftar? Tidak ada yang menghubungi?

Jika Anda pernah mengalami ini, besar kemungkinan ada kesalahan dalam pembuatan landing page yang tidak Anda sadari.

Banyak orang berpikir landing page gagal karena desainnya kurang menarik. Padahal, akar masalahnya sering jauh lebih dalam: strategi yang keliru, pesan yang tidak relevan, atau struktur yang tidak dirancang untuk mengarahkan pengunjung ke satu tujuan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap berbagai kesalahan dalam pembuatan landing page. Mulai dari kesalahan strategis, copywriting, desain, hingga teknis, lengkap dengan penjelasan dan cara menghindarinya.

Kenapa Banyak Landing Page Gagal Convert?

Sebelum masuk ke daftar kesalahan, kita perlu memahami satu hal penting:

Landing page bukan sekadar halaman website.
Landing page adalah alat konversi.

Tujuan utamanya bukan tampil keren tetapi mengubah pengunjung menjadi aksi (lead, pembeli, pendaftar, booking, dll).

Ketika landing page gagal, biasanya karena:

  • Tidak memiliki satu tujuan yang jelas
  • Tidak memahami siapa targetnya
  • Tidak menyentuh masalah utama pengunjung
  • Tidak dirancang berdasarkan perilaku user
  • Tidak pernah dievaluasi performanya

Sekarang kita masuk ke pembahasan utama.

A. Kesalahan Strategis dalam Pembuatan Landing Page

Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page - Strategy

Ini adalah kesalahan paling fatal. Karena jika fondasinya salah, desain secantik apa pun tetap tidak akan menghasilkan konversi.

1. Tidak Melakukan Riset Target Market

Salah satu kesalahan dalam pembuatan landing page yang paling sering terjadi adalah langsung membuat halaman tanpa riset.

Pertanyaan yang jarang dijawab:

  • Siapa targetnya?
  • Masalah utama mereka apa?
  • Ketakutan mereka apa?
  • Bahasa seperti apa yang mereka gunakan?

Tanpa riset, landing page akan berisi asumsi.
Dan asumsi hampir selalu salah.

Solusi:
Lakukan minimal riset sederhana:

  • Baca komentar kompetitor
  • Analisis review pelanggan
  • Pelajari pertanyaan yang sering muncul

Gunakan bahasa mereka, bukan bahasa Anda.

2. Tidak Menentukan Satu Tujuan Utama

Landing page yang baik hanya memiliki satu tujuan utama.

Namun banyak orang membuat landing page dengan tujuan ganda:

  • Mau jualan
  • Mau kumpulkan leads
  • Mau branding
  • Mau arahkan ke WhatsApp
  • Mau arahkan ke marketplace

Hasilnya? Pengunjung bingung.

Ketika terlalu banyak pilihan, tingkat konversi justru turun. Ini dikenal sebagai paradox of choice.

Solusi:
Tentukan sejak awal:

  • Apakah ini landing page untuk closing langsung?
  • Atau untuk mengumpulkan data calon pelanggan?
  • Atau untuk booking konsultasi?

Satu halaman = satu tujuan.

3. Tidak Memahami Tahap Customer Journey

Landing page untuk cold traffic berbeda dengan landing page untuk warm traffic.

Cold traffic:

  • Belum kenal brand Anda
  • Belum percaya
  • Butuh edukasi

Warm traffic:

  • Sudah tahu produk
  • Tinggal butuh dorongan

Jika Anda langsung hard selling ke audiens yang belum kenal Anda, konversi akan rendah.

Kesalahan dalam pembuatan landing page sering terjadi karena semua traffic diperlakukan sama.

4. Tidak Selaras dengan Iklan

Ini kesalahan klasik.

Iklan bilang:

“Diskon 50% Hari Ini”

Landing page malah tidak membahas diskon tersebut di bagian atas.

Pengunjung merasa tidak menemukan apa yang dijanjikan.
Akhirnya mereka keluar.

Landing page harus konsisten dengan pesan di iklan:

  • Headline harus sinkron
  • Visual harus relevan
  • Penawaran harus jelas

B. Kesalahan dalam Copywriting Landing Page

Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page - Copywriting

Setelah strategi, kesalahan terbesar berikutnya ada di copywriting.

5. Headline Terlalu Umum dan Tidak Menyentuh Masalah

Contoh headline lemah:

“Jasa Pembuatan Website Profesional”

Headline ini terlalu generik. Tidak spesifik. Tidak menyentuh masalah.

Contoh headline lebih kuat:

“Sudah Punya Website Tapi Masih Sepi Closing? Ini Solusinya.”

Perbedaan utamanya:

  • Menyentuh rasa sakit
  • Spesifik
  • Relevan

Headline adalah 80% penentu apakah orang lanjut membaca atau tidak.

6. Fokus pada Fitur, Bukan Manfaat

Banyak landing page menjelaskan fitur seperti:

  • Desain modern
  • Hosting cepat
  • SSL gratis
  • Responsive

Masalahnya?
Pengunjung tidak peduli fitur.

Mereka peduli hasil.

Alih-alih menulis:

Hosting cepat dengan server premium

Lebih kuat jika ditulis:

Website Anda tetap stabil meski traffic tinggi saat promo.

Fitur menjelaskan produk.
Manfaat menjelaskan dampaknya bagi pembeli.

Baca juga: Rekomendasi Page Builder Terbaik untuk Pebisnis Pemula

7. Tidak Menjawab Keberatan Pengunjung

Setiap calon pembeli punya keberatan:

  • Mahal nggak?
  • Aman nggak?
  • Bisa dipercaya nggak?
  • Garansi nggak?

Jika landing page tidak menjawab ini, orang akan ragu.

Kesalahan dalam pembuatan landing page sering terjadi karena terlalu fokus menjual, bukan menghapus keraguan.

Solusinya:
Buat bagian khusus untuk:

  • FAQ
  • Garansi
  • Testimoni
  • Penjelasan risiko

8. Tidak Menggunakan Social Proof

Manusia cenderung mengikuti keputusan orang lain.

Tanpa social proof, landing page terasa “sendirian”.

Bentuk social proof bisa berupa:

  • Testimoni pelanggan
  • Studi kasus
  • Jumlah klien
  • Rating
  • Screenshot percakapan

Tanpa ini, tingkat kepercayaan rendah.

9. CTA Lemah atau Tidak Spesifik

CTA seperti:

  • Klik di sini
  • Submit
  • Kirim

Terlalu umum dan tidak memicu aksi.

CTA yang lebih kuat:

  • Dapatkan Penawaran Sekarang
  • Konsultasi Gratis Hari Ini
  • Klaim Diskon Anda

CTA harus:

  • Jelas
  • Spesifik
  • Mengandung manfaat

C. Kesalahan Desain dan User Experience

Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page - Desain

Desain penting. Tapi desain harus mendukung konversi, bukan sekadar estetika.

10. Terlalu Banyak Distraksi

Landing page seharusnya minim distraksi.

Kesalahan umum:

  • Ada menu navigasi lengkap
  • Banyak link keluar
  • Banyak tombol berbeda
  • Terlalu banyak warna mencolok

Semakin banyak distraksi, semakin rendah fokus.

11. Tidak Mobile-Friendly

Mayoritas traffic saat ini berasal dari smartphone.

Namun banyak landing page hanya didesain untuk desktop.

Masalah umum:

  • Tulisan terlalu kecil
  • Tombol terlalu sempit
  • Form sulit diisi
  • Layout berantakan

Jika tidak mobile-friendly, conversion rate bisa turun drastis.

12. Layout Tidak Terstruktur

Landing page yang baik memiliki alur:

Masalah → Solusi → Bukti → Penawaran → CTA

Jika urutannya berantakan, pengunjung tidak memahami pesan secara utuh.

Visual hierarchy penting:

  • Headline besar
  • Subheadline jelas
  • Spasi cukup
  • Highlight poin penting

13. Form Terlalu Panjang

Semakin banyak field, semakin rendah konversi.

Jika hanya butuh nama dan nomor WhatsApp, jangan minta:

  • Alamat lengkap
  • Pekerjaan
  • Nama perusahaan
  • Tanggal lahir

Buat seminimal mungkin.

Baca juga: Tips Cara Memilih Jasa Pembuatan landing Page

D. Kesalahan Teknis yang Sering Diabaikan

Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page - Teknis

Ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar.

14. Loading Terlalu Lambat

Jika halaman butuh lebih dari 3–5 detik untuk terbuka, banyak orang akan keluar.

Penyebab umum:

  • Gambar terlalu besar
  • Script berlebihan
  • Hosting lambat

Speed memengaruhi:

  • Bounce rate
  • Kualitas iklan
  • Ranking mesin pencari

15. Tidak Memasang Tracking dan Analytics

Salah satu kesalahan dalam pembuatan landing page yang paling merugikan adalah tidak memasang tracking.

Tanpa data, Anda tidak tahu:

  • Berapa orang yang masuk
  • Berapa yang klik
  • Berapa yang konversi
  • Dari mana traffic terbaik

Landing page tanpa tracking ibarat beriklan dalam gelap.

16. Tidak Melakukan A/B Testing

Banyak orang mengganti desain karena “merasa kurang bagus”.

Padahal seharusnya berdasarkan data.

Yang bisa diuji:

  • Headline
  • Warna tombol
  • Posisi CTA
  • Panjang halaman
  • Penawaran

Tanpa testing, Anda tidak tahu versi mana yang paling efektif.

E. Kesalahan dalam Mengelola Performa Landing Page

Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page - Performa

Landing page bukan proyek sekali jadi.

17. Tidak Mengukur Conversion Rate

Banyak orang hanya melihat jumlah traffic.

Padahal yang lebih penting adalah conversion rate.

Contoh:
1000 pengunjung, 10 closing = 1% conversion rate.

Tanpa tahu angka ini, Anda tidak bisa optimasi.

18. Mengandalkan Feeling, Bukan Data

Mengganti headline karena “terlihat kurang keren”
Mengganti warna tombol karena “lebih estetik”

Tanpa data, perubahan bisa memperburuk performa.

19. Menganggap Landing Page Selesai Setelah Live

Ini kesalahan mindset.

Landing page terbaik selalu melalui:

  • Evaluasi
  • Testing
  • Optimasi
  • Penyempurnaan

Yang membedakan landing page biasa dan landing page high-converting bukan desainnya, tapi proses optimasinya.

Checklist Audit: Apakah Landing Page Anda Mengalami Kesalahan Ini?

Coba cek:

  • Apakah hanya ada satu tujuan utama?
  • Apakah headline menyentuh masalah?
  • Apakah CTA jelas dan spesifik?
  • Apakah sudah mobile-friendly?
  • Apakah loading cepat?
  • Apakah sudah ada social proof?
  • Apakah sudah pasang tracking?
  • Apakah sudah pernah diuji performanya?

Jika 3 atau lebih jawabannya “tidak”, besar kemungkinan itulah penyebab konversi rendah.

Kesimpulan

Kesalahan dalam pembuatan landing page bukan hanya soal desain.

Masalah paling sering justru ada di:

  • Strategi
  • Copywriting
  • Struktur pesan
  • Tracking dan optimasi

Landing page yang efektif adalah kombinasi dari:

  • Riset yang tepat
  • Pesan yang kuat
  • Struktur yang jelas
  • Pengujian berkelanjutan

Jika landing page Anda saat ini tidak menghasilkan konversi, jangan langsung menyalahkan iklan.

Evaluasi dulu fondasi dan strukturnya.

Karena sering kali, bukan traffic yang kurang.

Tapi halaman yang belum siap mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Landing Page Anda Masih Mengalami Kesalahan di Atas?

Jika setelah membaca artikel ini Anda menyadari ada 3 atau lebih kesalahan dalam pembuatan landing page yang sedang Anda gunakan, mungkin ini saatnya melakukan evaluasi serius.

Landing page bukan sekadar halaman cantik. Ia harus dirancang dengan strategi, struktur copywriting yang kuat, dan optimasi konversi yang terukur.

Kami membantu bisnis dan pebisnis online membuat landing page yang:

  • Fokus pada konversi, bukan sekadar desain

  • Disusun berdasarkan riset target market

  • Menggunakan struktur copywriting yang terbukti efektif

  • Siap digunakan untuk iklan (Meta Ads / Google Ads)

  • Sudah terpasang tracking & siap optimasi

👉 Konsultasikan Kebutuhan Landing Page Anda Sekarang!

Berapa Biaya Jasa Pembuatan Landing Page?

Berapa Biaya Jasa Pembuatan Landing Page?

Salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan pebisnis sebelum membuat landing page adalah:

“Sebenarnya berapa biaya jasa pembuatan landing page?”

Jawabannya: tergantung kebutuhan.

Biaya landing page bisa mulai dari 1 jutaan hingga belasan juta rupiah. Bahkan untuk kebutuhan skala besar bisa lebih dari itu.

Artikel ini akan membedah secara detail:

  • Apa saja komponen biaya dalam jasa pembuatan landing page
  • Faktor utama yang mempengaruhi harga
  • Perbedaan landing page murah, menengah, dan premium
  • Perbandingan buat sendiri vs jasa profesional
  • Kesalahan umum saat memilih jasa landing page

Tujuannya sederhana:
Agar Anda memahami bukan hanya “berapa harganya”, tetapi juga “apa yang sebenarnya Anda bayar”.

Apa Itu Jasa Pembuatan Landing Page?

Jasa pembuatan landing page adalah layanan profesional yang membantu bisnis membuat halaman khusus yang dirancang untuk tujuan konversi tertentu, seperti:

  • Mengumpulkan leads
  • Menjual produk
  • Mendaftar webinar
  • Booking konsultasi
  • Mengarahkan ke WhatsApp

Berbeda dengan website company profile yang memiliki banyak halaman dan menu, landing page dirancang fokus pada satu tujuan.

Baca juga: Apa Itu Landing Page? Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya dalam Digital Marketing

Komponen Biaya Jasa Pembuatan Landing Page

Agar memahami kenapa harga bisa berbeda, kita perlu memecahnya menjadi beberapa komponen utama.

Image Faktor yang Membuat Biaya Jasa Pembuatan Landing Page Bisa Berbeda
Faktor yang Membuat Biaya Jasa Pembuatan Landing Page Bisa Berbeda

1. Riset dan Perencanaan Strategi

Landing page creator biasanya tidak langsung mendesain.

Mereka akan melakukan:

  • Riset target market
  • Analisa kompetitor
  • Penentuan unique selling point
  • Penyusunan struktur halaman

Tahap ini sering tidak terlihat oleh klien, tetapi sangat menentukan hasil akhir.

Landing page tanpa riset ibarat membangun rumah tanpa fondasi.

Semakin dalam riset dilakukan, semakin tinggi effort yang dikeluarkan dan tentu mempengaruhi harga.

2. Copywriting Persuasif

Copywriting adalah elemen inti dari landing page.

Tanpa copy yang tepat:

  • Pengunjung tidak merasa terhubung
  • Masalah mereka tidak tersentuh
  • Solusi tidak terasa relevan
  • CTA tidak menarik

Copywriting profesional biasanya melibatkan:

  • Headline yang kuat
  • Subheadline yang memperjelas manfaat
  • Problem agitation
  • Social proof
  • Objection handling
  • Call to action

Landing page tanpa copywriting khusus biasanya lebih murah, tetapi konversinya cenderung rendah.

Inilah sebabnya landing page dengan layanan copywriting profesional memiliki harga lebih tinggi dibanding hanya desain template.

3. Desain UI/UX dan Struktur Visual

Desain landing page bukan sekadar membuatnya terlihat cantik.

Yang lebih penting adalah:

  • Hierarki informasi
  • Alur baca (reading flow)
  • Penempatan CTA
  • White space
  • Konsistensi visual

Desain UI/UX yang baik memastikan pengunjung membaca dari atas ke bawah tanpa kebingungan.

Vendor dengan kemampuan desain conversion-focused biasanya memiliki tarif lebih tinggi dibanding pembuat website biasa.

4. Development & Technical Setup

Bagian teknis meliputi:

  • Setup domain dan hosting
  • Instalasi CMS (misalnya WordPress)
  • Optimasi loading speed
  • Responsif mobile
  • Pengaturan keamanan dasar

Landing page yang cepat dan ringan akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Banyak vendor murah mengabaikan optimasi kecepatan, padahal ini berdampak pada konversi dan kualitas skor iklan.

5. Integrasi Sistem & Tracking

Landing page modern hampir selalu terhubung dengan sistem lain.

Contohnya:

  • Integrasi WhatsApp
  • Form otomatis ke email
  • CRM
  • Email marketing
  • Payment gateway
  • Pixel tracking

Tracking biasanya menggunakan:

Semakin kompleks integrasi yang diminta, semakin tinggi biayanya.

6. Testing & Quality Control

Vendor profesional biasanya melakukan:

  • Uji tampilan di berbagai device
  • Uji kecepatan loading
  • Pengecekan error
  • Uji klik tombol & form

Tahapan ini memastikan landing page benar-benar siap digunakan.

Estimasi Biaya Jasa Pembuatan Landing Page di Indonesia

Berikut gambaran realistis harga di pasar Indonesia saat ini:

 1. Landing Page Sederhana

Kisaran: Rp1.000.000 – Rp2.500.000

Biasanya meliputi:

  • Template standar
  • Tanpa copywriting mendalam
  • Tanpa riset market
  • Integrasi dasar
  • Domain & hosting 1 tahun

Cocok untuk:

  • UMKM baru
  • Testing awal
  • Budget terbatas

2. Landing Page Menengah

Kisaran: Rp2.500.000 – Rp6.000.000

Biasanya meliputi:

  • Struktur konversi
  • Copywriting dasar
  • Desain lebih terarah
  • Integrasi tracking
  • Responsif mobile optimal
  • Domain & hosting 1 tahun

Cocok untuk:

  • Pebisnis yang mulai serius beriklan
  • Produk digital
  • Jasa profesional

3. Landing Page Premium

Kisaran: Rp7.000.000 – Rp15.000.000+

Biasanya meliputi:

  • Riset market mendalam
  • Copywriting strategis
  • Desain custom
  • Integrasi lengkap
  • Setup tracking detail
  • Konsultasi strategi funnel
  • Domain & hosting 1 tahun

Cocok untuk:

  • Bisnis dengan budget iklan besar
  • Brand nasional
  • Skala B2B atau high-ticket
Estimasi Biaya Jasa Pembuatan Landing Page di Indonesia
Estimasi Biaya Jasa Pembuatan Landing Page di Indonesia

Faktor yang Membuat Biaya Jasa Pembuatan Landing Page Bisa Berbeda

Berikut faktor yang paling sering mempengaruhi perbedaan harga:

1. Pengalaman & Reputasi Vendor

Vendor dengan portofolio kuat dan hasil terbukti biasanya memiliki rate lebih tinggi.

Ini bukan hanya soal nama, tetapi soal pengalaman menangani berbagai industri.

2. Kompleksitas Struktur

Landing page satu produk berbeda dengan funnel multi-step yang memiliki:

  • Upsell
  • Downsell
  • Order bump
  • Thank you page

Semakin kompleks, semakin tinggi biaya.

3. Target Market yang Ditargetkan

Landing page untuk UMKM berbeda dengan landing page untuk perusahaan skala nasional.

Target market mempengaruhi gaya komunikasi dan tingkat detail yang dibutuhkan.

4. Tingkat Kustomisasi

Template vs custom design memiliki perbedaan biaya yang cukup signifikan.

Custom design membutuhkan waktu lebih lama dan pengerjaan lebih detail.

Landing Page Buat Sendiri atau Pakai Jasa Profesional?

Landing Page Buat Sendiri atau Pakai Jasa Profesional?
Landing Page Buat Sendiri atau Pakai Jasa Profesional?

Banyak pebisnis mempertimbangkan membuat sendiri menggunakan platform seperti:

  • Google Sites
  • WordPress
  • Page builder

Namun perlu dipahami perbedaannya.

Buat Sendiri

Kelebihan:

  • Hemat biaya
  • Kontrol penuh

Kekurangan:

  • Membutuhkan waktu belajar
  • Tidak ada strategi konversi
  • Potensi desain kurang optimal

Pakai Jasa Profesional

Kelebihan:

  • Struktur lebih terarah
  • Copywriting kuat
  • Siap untuk iklan
  • Lebih profesional

Kekurangan:

  • Investasi awal lebih besar

Namun dalam konteks bisnis, yang terpenting bukan murahnya melainkan efektivitasnya.

Kesalahan Umum Saat Memilih Jasa Pembuatan Landing Page

Agar tidak salah langkah, hindari beberapa kesalahan berikut:

1. Hanya Fokus pada Harga Murah

Harga murah seringkali berarti:

  • Template standar
  • Tanpa strategi
  • Tanpa tracking

2. Tidak Meminta Breakdown Layanan

Pastikan Anda tahu:

  • Apakah sudah termasuk copywriting?
  • Apakah termasuk integrasi pixel?
  • Apakah ada revisi?

3. Tidak Melihat Portofolio

Portofolio menunjukkan kualitas nyata.

4. Tidak Memastikan Mobile Optimization

Mayoritas traffic berasal dari smartphone. Landing page yang tidak mobile-friendly akan merugikan.

Baca Juga: Tips Lengkap Cara Memilih Jasa Pembuatan Landing Page Biar Gak Boncos

Kesimpulan

Biaya jasa pembuatan landing page di Indonesia sangat bervariasi, mulai dari 1 jutaan hingga lebih dari 15 juta rupiah.

Perbedaan harga dipengaruhi oleh:

  • Strategi & riset
  • Copywriting
  • Desain
  • Integrasi sistem
  • Pengalaman vendor

Yang perlu Anda pahami bukan sekadar nominalnya, tetapi apa saja yang termasuk di dalamnya.

Karena landing page bukan sekadar halaman digital. Ia adalah alat konversi yang dirancang untuk mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Siap Punya Landing Page yang Benar-Benar Menghasilkan?

Sekarang Anda sudah tahu bahwa biaya jasa pembuatan landing page bisa bervariasi.

Tapi yang lebih penting dari sekadar harga adalah:

Apakah landing page tersebut benar-benar bisa menghasilkan konversi untuk bisnis Anda?

Jika Anda:

  • Sudah menjalankan iklan tapi hasilnya belum maksimal
  • Ingin landing page dengan struktur yang jelas dan terarah
  • Butuh copywriting yang menjual, bukan sekadar tulisan biasa
  • Ingin sistem tracking yang rapi untuk optimasi iklan

Kami siap membantu Anda. Kami membantu pebisnis, UMKM, dan brand profesional membuat landing page.

👉 Klik di Sini Untuk Konsultasi Gratis Jasa Pembuatan Landing Page!

Landing Page vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?

Landing Page vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?

Di era digital seperti sekarang, memiliki kehadiran online bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan. Namun banyak pebisnis pemula masih bingung saat harus memilih: lebih efektif mana untuk jualan online, landing page atau website?

Sebagian orang langsung membuat website lengkap dengan banyak menu. Sebagian lainnya memilih landing page yang fokus pada satu penawaran. Keduanya terlihat mirip, tetapi sebenarnya memiliki fungsi dan tujuan yang sangat berbeda.

Jika Anda salah memilih, dampaknya bisa besar:
❌ Iklan boros
❌ Konversi rendah
❌ Pengunjung bingung
❌ Penjualan tidak maksimal

Karena itu, mari kita bahas secara lengkap dan objektif: Landing Page vs Website: mana yang lebih efektif untuk bisnis online Anda?

Img Landing Page Vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Penjualan?
Landing Page Vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Penjualan?

Apa Itu Website?

Website adalah kumpulan halaman yang saling terhubung dalam satu domain. Biasanya terdiri dari:

  • Halaman beranda (homepage)
  • Tentang kami
  • Layanan / produk
  • Blog
  • Kontak
  • Dan halaman lainnya

Website dirancang untuk memberikan informasi yang lengkap tentang bisnis Anda.

Fungsi utama website:

  • Membangun kredibilitas
  • Menampilkan profil bisnis
  • Mendukung SEO jangka panjang
  • Menjadi pusat informasi

Website cocok untuk brand yang ingin membangun kepercayaan dan otoritas.

Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman tunggal yang dirancang dengan satu tujuan spesifik biasanya untuk konversi.

Tujuan tersebut bisa berupa:

  • Mengisi form
  • Mendaftar webinar
  • Membeli produk
  • Menghubungi via WhatsApp
  • Download ebook

Berbeda dengan website, landing page tidak memiliki banyak navigasi. Fokusnya hanya satu: mendorong pengunjung melakukan tindakan.

Landing page sering digunakan dalam:

  • Iklan Facebook / Instagram
  • Google Ads
  • Campaign promo
  • Launching produk
Img Perbedaan Utama Landing Pagedan Website
Img Perbedaan Utama Landing Pagedan Website

Perbedaan Utama Landing Page dan Website

Berikut perbandingan sederhana agar lebih mudah dipahami:

Aspek Website Landing Page
Jumlah halaman Banyak Satu halaman
Navigasi Banyak menu Minim / tanpa menu
Tujuan Informasi & branding Satu tujuan konversi
Cocok untuk SEO & brand Iklan & campaign
Fokus konten Beragam Sangat spesifik
Konversi Tidak selalu fokus Sangat fokus

Dari tabel ini sudah terlihat bahwa fungsi keduanya berbeda.

Baca juga: Penjelasan Landing Page Lengkap, Mulai dari Pengertian, Fungsi dan Jenis-Jenis Landing Page dalam Digital Marketing

Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?

Jawabannya: tergantung tujuan Anda.

Namun jika kita berbicara soal jualan online dengan target konversi cepat, landing page sering kali lebih efektif.

Kenapa?

Karena landing page dirancang berdasarkan prinsip konversi yang sering dibahas dalam praktik digital marketing modern, seperti yang banyak diulas oleh HubSpot dalam berbagai riset pemasaran digital mereka.

Landing page menghilangkan distraksi dan mengarahkan pengunjung hanya pada satu tindakan.

Kelebihan Website untuk Bisnis Online

Walaupun landing page unggul dalam konversi cepat, website memiliki kelebihan tersendiri.

  • Meningkatkan Kredibilitas

    Website berperan penting dalam membangun kredibilitas bisnis online karena menjadi representasi resmi dan profesional dari sebuah brand.

    Ketika calon pelanggan mencari informasi tentang suatu bisnis, mereka cenderung lebih percaya pada bisnis yang memiliki website sendiri dibandingkan yang hanya mengandalkan media sosial.

    Website menunjukkan bahwa bisnis tersebut serius, terstruktur, dan memiliki identitas yang jelas.

    Selain itu, website memungkinkan bisnis menampilkan profil perusahaan, testimoni pelanggan, portofolio, sertifikasi, serta informasi kontak yang lengkap.

    Elemen-elemen ini membantu meningkatkan rasa percaya konsumen. Dengan desain yang profesional dan informasi yang transparan, website dapat memperkuat citra brand dan meyakinkan calon pelanggan untuk melakukan transaksi.

  • Mendukung SEO Jangka Panjang

    Website menjadi fondasi utama dalam strategi SEO (Search Engine Optimization) jangka panjang karena semua konten yang dioptimasi akan tersimpan dan terindeks oleh mesin pencari seperti Google.

    Dengan memiliki website, bisnis dapat membuat artikel, halaman layanan, dan landing page yang ditargetkan pada kata kunci tertentu untuk meningkatkan visibilitas di hasil pencarian.

    Berbeda dengan media sosial yang jangkauannya terbatas oleh algoritma, website memberikan kontrol penuh terhadap struktur konten, optimasi teknis, dan strategi backlink.

    Dalam jangka panjang, website yang dioptimasi dengan baik dapat menghasilkan trafik organik yang stabil dan berkelanjutan, sehingga membantu bisnis mendapatkan calon pelanggan tanpa harus selalu bergantung pada iklan berbayar.

  • Menyediakan Informasi Lengkap

    Website memungkinkan perusahaan menyajikan informasi secara lengkap dan terstruktur kepada pelanggan, mitra, maupun investor.

    Melalui website, perusahaan dapat menampilkan profil perusahaan, visi dan misi, daftar produk atau layanan, portofolio, testimoni klien, hingga informasi kontak resmi dalam satu platform yang mudah diakses kapan saja.

    Informasi yang tersusun rapi ini membantu membangun pemahaman yang jelas mengenai identitas dan kredibilitas perusahaan.

    Selain itu, website juga dapat memuat informasi yang lebih mendalam seperti artikel edukatif, laporan tahunan, berita perusahaan, hingga halaman FAQ untuk menjawab pertanyaan umum pelanggan.

    Dengan adanya informasi yang detail dan transparan, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mengurangi kesalahpahaman terkait produk atau layanan yang ditawarkan.

  • Cocok untuk Bisnis Skala Besar

    Bisnis skala besar sangat cocok menggunakan website karena memiliki kebutuhan komunikasi dan operasional yang lebih kompleks.

    Website dapat menjadi pusat informasi resmi yang menghubungkan berbagai cabang, layanan, dan segmen pasar dalam satu sistem yang terintegrasi.

    Dengan website, perusahaan besar dapat mengelola branding secara konsisten dan menyampaikan pesan yang seragam kepada audiens yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kelebihan Landing Page untuk Jualan Online

  • Fokus pada Satu Tujuan

    Landing page dirancang dengan fokus pada satu tujuan spesifik, seperti mengumpulkan leads, menjual produk tertentu, atau mendorong pendaftaran.

    Berbeda dengan website yang memiliki banyak menu dan halaman, landing page meminimalkan distraksi sehingga pengunjung diarahkan untuk melakukan satu tindakan utama.

    Dengan struktur yang sederhana dan call-to-action yang jelas, peluang tercapainya tujuan tersebut menjadi lebih besar.

  • Lebih Tinggi Potensi Konversinya

    Karena memiliki fokus tunggal dan alur yang terarah, landing page umumnya memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi dibandingkan website biasa.

    Elemen seperti headline persuasif, manfaat produk, testimoni, dan tombol aksi ditempatkan secara strategis untuk mempengaruhi keputusan pengunjung.

    Tanpa gangguan navigasi yang kompleks, pengunjung lebih mudah terdorong untuk mengambil tindakan yang diinginkan.

  • Cocok untuk Iklan Berbayar

    Landing page sangat ideal digunakan dalam kampanye iklan berbayar karena dapat disesuaikan dengan pesan iklan secara spesifik.

    Ketika seseorang mengklik iklan, mereka akan diarahkan ke halaman yang relevan dengan promosi tersebut, sehingga meningkatkan kesesuaian pesan dan pengalaman pengguna.

    Hal ini membantu meningkatkan kualitas traffic serta memaksimalkan efektivitas biaya iklan.

  • Mudah Diukur dan Dioptimasi

    Landing page lebih mudah diukur performanya karena memiliki satu tujuan yang jelas dan metrik yang terfokus, seperti conversion rate atau jumlah leads.

    Dengan data tersebut, pemilik bisnis dapat melakukan A/B testing pada judul, gambar, atau tombol call-to-action untuk meningkatkan hasil.

    Proses optimasi menjadi lebih sederhana dan terarah dibandingkan website yang memiliki banyak halaman dan tujuan berbeda.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Landing Page?

Gunakan landing page jika:

  • Anda menjalankan iklan berbayar
  • Anda ingin mengumpulkan leads
  • Anda sedang promo terbatas
  • Anda launching produk baru
  • Anda ingin hasil cepat

Landing page sangat cocok untuk strategi funnel marketing bagian bawah (bottom of funnel).

Kapan Sebaiknya Menggunakan Website?

Gunakan website jika:

  • Anda ingin membangun brand jangka panjang
  • Anda mengandalkan SEO
  • Anda memiliki banyak layanan
  • Anda ingin tampil profesional

Website cocok untuk strategi funnel bagian atas (top of funnel).

Apakah Harus Memilih Salah Satu?

Tidak.

Strategi terbaik dalam digital marketing modern adalah menggabungkan keduanya.

Contoh strategi ideal:

  1. Website digunakan untuk branding & SEO
  2. Landing page digunakan untuk campaign iklan
  3. Traffic iklan diarahkan ke landing page
  4. Pengunjung yang ingin tahu lebih lanjut bisa diarahkan ke website utama

Dengan cara ini, Anda mendapatkan:

  • Kredibilitas
  • Konversi
  • Branding
  • Traffic organik

Contoh Struktur Ideal Website vs Landing Page

Struktur Website:

  • Header + Menu
  • Hero section
  • Tentang kami
  • Layanan
  • Testimoni
  • Blog
  • Footer

Struktur Landing Page:

  • Headline kuat
  • Subheadline
  • Problem statement
  • Solusi
  • Manfaat
  • Testimoni
  • CTA utama
  • FAQ
  • CTA ulang

Baca Juga: Cara Membuat Landing Page Sekalipun Kamu Gaptek!

Jadi, Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?

Jika pertanyaannya adalah:

👉 Mana yang lebih efektif untuk jualan cepat melalui iklan?
Jawaban: Landing page.

👉 Mana yang lebih efektif untuk membangun brand jangka panjang?
Jawaban: Website.

👉 Mana yang paling ideal untuk bisnis modern?
Jawaban: Kombinasi keduanya.

Rekomendasi Strategi Terbaik

Untuk UMKM atau bisnis kecil:

  1. Mulai dengan landing page untuk konversi.
  2. Setelah penjualan stabil, bangun website untuk branding.
  3. Integrasikan keduanya dalam funnel marketing.

Untuk bisnis menengah dan besar:

  • Gunakan website sebagai pusat brand
  • Gunakan banyak landing page untuk campaign berbeda
  • Lakukan A/B testing rutin
  • Gunakan data analytics untuk optimasi

Kesimpulan

Landing page dan website bukanlah kompetitor, melainkan dua alat dengan fungsi berbeda.

Website membangun fondasi. Landing page menghasilkan konversi.

Jika Anda ingin jualan online dengan hasil maksimal, pahami tujuan bisnis Anda terlebih dahulu, lalu pilih strategi yang tepat.

Dalam banyak kasus, kombinasi keduanya adalah pendekatan paling efektif untuk meningkatkan penjualan, membangun brand, dan memperkuat kehadiran digital bisnis Anda.

Siap Punya Landing Page yang Benar-Benar Menghasilkan?

Kalau Anda merasa proses membuat landing page terlalu rumit, memakan waktu, dan takut hasilnya tidak maksimal…

Serahkan saja pada ahlinya! Digiboostz melalui jasa pembuatan landing page siap membantu pebisnis dan UMKM membuat landing page yang tidak hanya terlihat bagus, tapi juga dirancang untuk konversi.

11 Tips Cara Memilih Jasa Pembuatan landing Page

11 Tips Cara Memilih Jasa Pembuatan landing Page

Memilih jasa pembuatan landing page bukan sekadar mencari desainer website. Landing page adalah alat penjualan digital yang akan menentukan apakah iklan Anda menghasilkan leads atau hanya menghabiskan budget.

Banyak bisnis sudah mengeluarkan jutaan rupiah untuk iklan, tetapi konversinya rendah. Setelah ditelusuri, masalahnya bukan pada produk, melainkan pada landing page yang tidak optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah salah memilih jasa pembuatan landing page.

Karena itu, sebelum Anda memutuskan bekerja sama dengan vendor mana pun, penting untuk memahami cara memilih jasa pembuatan landing page yang benar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Kriteria jasa landing page profesional
  • Hal-hal yang wajib Anda cek sebelum deal
  • Kesalahan umum saat memilih vendor
  • Perbedaan freelancer dan agensi
  • Cara menilai harga jasa landing page
  • Checklist praktis agar tidak salah pilih

Kenapa Memilih Jasa Pembuatan Landing Page Tidak Boleh Asal?

Landing page berbeda dengan website biasa. Website berfungsi sebagai profil bisnis sedangkan landing page berfungsi sebagai mesin konversi.

Landing page yang baik harus mampu:

  • Mengarahkan pengunjung ke satu tujuan
  • Meningkatkan konversi
  • Mendukung performa iklan
  • Memudahkan tracking hasil

Jika salah memilih jasa, risiko yang bisa terjadi:

  • Desain bagus tapi tidak konversi
  • Tidak mobile friendly
  • Loading lambat
  • Tidak ada tracking pixel
  • Copywriting lemah
  • Tidak bisa dioptimasi ulang

Akibatnya? budget iklan terbuang sia-sia.

Img Tentukan Tujuan Landing Page Anda Terlebih Dahulu

1. Tentukan Tujuan Landing Page Anda Terlebih Dahulu

Sebelum mencari jasa pembuatan landing page, pastikan Anda sudah menjawab pertanyaan ini:

  • Landing page ini untuk apa?
  • Target audiensnya siapa?
  • Digunakan untuk iklan atau organik?
  • Ingin fokus ke leads atau penjualan langsung?

Contoh tujuan berbeda akan menghasilkan struktur landing page berbeda:

Tujuan Fokus Struktur
Lead generation Form & CTA kuat
Penjualan langsung Copy persuasif & urgensi
Webinar Informasi + benefit
Jasa profesional Trust & kredibilitas

Jika Anda belum jelas tujuannya, vendor pun akan kesulitan membuat landing page yang efektif.

2. Periksa Portofolio Secara Strategis (Bukan Sekadar Desain)

Sebagian besar artikel menyarankan untuk melihat portofolio jasa pembuatan landing page. Tapi banyak orang hanya menilai dari tampilan visual.

Padahal yang perlu Anda perhatikan:

  • Apakah CTA jelas?
  • Apakah fokus ke satu tujuan?
  • Apakah mobile friendly?
  • Apakah struktur copy runtut?
  • Apakah terlihat dibuat untuk konversi?

Landing page bukan soal “keren”, tapi soal “menghasilkan”.

Jika memungkinkan, tanyakan:

“Apakah landing page ini digunakan untuk iklan? Berapa rata-rata konversinya?”

Vendor profesional biasanya tidak keberatan menjelaskan pendekatan mereka.

3. Pastikan Vendor Memahami Copywriting & Konversi

Banyak jasa pembuatan landing page hanya fokus ke desain.

Padahal elemen paling penting dalam landing page adalah:

  • Headline
  • Struktur masalah–solusi
  • Manfaat produk
  • Social proof
  • Call to action

Tanpa copywriting yang kuat, landing page akan terlihat biasa saja.

Tanyakan kepada vendor:

  • Apakah termasuk layanan copywriting?
  • Apakah ada riset audiens sebelum pengerjaan?
  • Apakah landing page dirancang berdasarkan prinsip konversi?

Jika mereka hanya berbicara tentang warna dan layout, Anda perlu berhati-hati.

Img Pastikan Landing Page Responsive dan Mobile Friendly

4. Pastikan Landing Page Responsive dan Mobile Friendly

Mayoritas traffic iklan berasal dari smartphone.

Landing page yang tidak responsif bisa menyebabkan:

  • Bounce rate tinggi
  • Konversi rendah
  • Iklan tidak optimal

Pastikan jasa pembuatan landing page yang Anda pilih:

  • Mendesain dengan pendekatan mobile-frinedly
  • Mengoptimasi ukuran font di HP
  • Memastikan tombol CTA mudah diklik
  • Menguji tampilan di berbagai perangkat

Ini bukan fitur tambahan. Ini standar wajib.

5. Tanyakan Detail Fitur yang Termasuk dalam Layanan

Jangan hanya bertanya: “Berapa harganya?”

Tanyakan detail seperti:

  • Berapa kali revisi?
  • Apakah termasuk copywriting?
  • Apakah termasuk optimasi kecepatan?
  • Apakah termasuk integrasi pixel & analytics?
  • Apakah ada support setelah publish?
  • Apakah file bisa diedit sendiri nanti?

Banyak klien kecewa karena tidak menanyakan detail sejak awal.

6. Bandingkan Minimal 3 Jasa Pembuatan Landing Page

Jangan langsung deal dengan vendor pertama.

Bandingkan dari sisi:

  • Portofolio
  • Proses kerja
  • Timeline
  • Harga
  • Cara komunikasi
  • Detail proposal

Vendor profesional biasanya:

  • Menjelaskan proses dari awal
  • Memberikan timeline realistis
  • Tidak menjanjikan hasil berlebihan
  • Menanyakan detail bisnis Anda

Jika vendor terlalu cepat menawarkan harga tanpa bertanya detail bisnis, itu tanda kurang profesional.

7. Perhatikan Cara Mereka Berkomunikasi

Komunikasi mencerminkan kualitas kerja.

Apakah mereka:

  • Responsif?
  • Mendengarkan kebutuhan Anda?
  • Memberikan masukan strategis?
  • Menjawab dengan jelas dan terstruktur?

Landing page adalah alat marketing. Vendor yang baik akan bertindak seperti partner, bukan sekadar eksekutor.

8. Jangan Terjebak Harga Murah

Harga jasa pembuatan landing page bisa sangat bervariasi.

Namun perlu dipahami:

Landing page murah ≠ landing page efektif.

Landing page yang digunakan untuk iklan harus:

  • Terstruktur
  • Teruji
  • Bisa ditracking
  • Siap dioptimasi

Jika landing page gagal menghasilkan konversi, biaya iklan Anda yang akan rugi jauh lebih besar daripada selisih harga jasa.

Fokus pada value, bukan hanya harga.

Pahami Perbedaan Freelancer dan Agensi

9. Pahami Perbedaan Freelancer dan Agensi

Anda juga perlu menentukan jenis penyedia jasa.

Freelancer

Kelebihan:
✔ Harga lebih fleksibel
✔ Komunikasi langsung

Kekurangan:
✖ Kapasitas terbatas
✖ Tergantung satu orang

Agensi

Kelebihan:
✔ Tim lebih lengkap
✔ Biasanya ada copywriter & strategist
✔ Proses lebih sistematis

Kekurangan:
✖ Harga lebih tinggi

Pilih sesuai kebutuhan dan skala bisnis Anda.

10. Ajukan Pertanyaan Penting Ini Sebelum Deal

Sebelum menandatangani kerja sama, ajukan pertanyaan berikut:

  1. Apakah ada struktur standar yang digunakan?
  2. Bagaimana cara mengukur keberhasilan landing page?
  3. Apakah bisa melakukan optimasi ulang setelah live?
  4. Apakah ada garansi revisi?

Jawaban mereka akan menunjukkan tingkat profesionalisme.

11. Pastikan Landing Page Bisa Dioptimasi Lagi Kedepannya

Landing page yang baik bukan hanya “jadi lalu selesai”.

Idealnya bisa:

  • Diuji A/B
  • Diintegrasikan dengan email marketing
  • Diupdate kontennya
  • Dioptimasi performanya

Vendor yang baik akan memikirkan jangka panjang.

Kesalahan Umum Saat Memilih Jasa Landing Page

Hindari kesalahan berikut:

❌ Hanya fokus desain
❌ Tergiur harga murah
❌ Tidak mengecek portofolio
❌ Tidak menanyakan fitur detail
❌ Tidak mempertimbangkan mobile
❌ Tidak membandingkan vendor

Kesalahan ini sering membuat bisnis rugi di belakang.

Checklist Lengkap Memilih Jasa Pembuatan Landing Page

Gunakan checklist ini sebelum deal:

✔ Sudah menentukan tujuan landing page
✔ Sudah memahami target audiens
✔ Sudah melihat portofolio detail
✔ Sudah membandingkan minimal 3 vendor
✔ Sudah mengetahui fitur yang termasuk
✔ Sudah menilai kualitas komunikasi
✔ Sudah mempertimbangkan value dibanding harga
✔ Sudah menanyakan proses & timeline

Jika semua terpenuhi, risiko salah pilih jauh lebih kecil.

Kesimpulan

Cara memilih jasa pembuatan landing page tidak boleh asal. Landing page adalah aset digital yang menentukan keberhasilan promosi dan iklan Anda.

Vendor yang tepat bukan hanya yang bisa membuat desain menarik, tetapi yang memahami:

  • Strategi konversi
  • Copywriting
  • User experience
  • Optimasi mobile
  • Tracking & integrasi

Dengan memilih jasa pembuatan landing page yang tepat, Anda bukan hanya mendapatkan halaman website, tetapi mesin konversi yang mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Cara Membuat Landing Page yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan

Cara Membuat Landing Page yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan

Di era digital saat ini, hampir semua bisnis membutuhkan strategi pemasaran online yang efektif. Banyak pebisnis menjalankan iklan di media sosial, membuat website, atau aktif di marketplace. Namun sering kali mereka menghadapi satu masalah yang sama: traffic sudah ada, tetapi penjualan tidak meningkat secara signifikan.

Salah satu penyebab utama hal tersebut adalah halaman penjualan yang tidak dirancang dengan strategi konversi yang tepat. Banyak bisnis hanya mengarahkan calon pelanggan ke halaman website biasa yang tidak fokus pada tujuan penjualan.

Di sinilah landing page memainkan peran yang sangat penting.

Landing page dirancang secara khusus untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan tertentu, seperti membeli produk, mengisi form, mendaftar layanan, atau menghubungi tim sales.

Dengan struktur yang tepat dan copywriting yang kuat, landing page dapat meningkatkan tingkat konversi secara signifikan dibandingkan halaman website biasa.

Pada artikel ini Anda akan mempelajari cara membuat landing page yang efektif untuk meningkatkan penjualan, mulai dari pengertian dasar, struktur landing page, langkah-langkah pembuatannya, hingga tips optimasi konversi.

Artikel ini dirancang sebagai panduan lengkap bagi pebisnis, UMKM, digital marketer, dan siapa saja yang ingin membuat landing page sendiri.

Apa Itu Landing Page?

Landing page adalah halaman khusus pada sebuah website yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung melakukan tindakan tertentu.

Biasanya tindakan tersebut berupa:

  • membeli produk
  • mengisi form pendaftaran
  • menghubungi tim sales
  • mendaftar webinar
  • mengunduh ebook

Berbeda dengan halaman website biasa yang memiliki banyak navigasi, landing page biasanya memiliki satu fokus utama yaitu konversi.

Landing page biasanya digunakan dalam berbagai aktivitas digital marketing seperti:

  • Facebook Ads
  • Google Ads
  • email marketing
  • promosi media sosial

Tujuan utama dari landing page adalah mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Karena itulah desain, struktur, dan copywriting pada landing page biasanya dibuat secara khusus agar mampu mempengaruhi keputusan pengunjung.

Mengapa Landing Page Penting Untuk Bisnis Online?

Banyak pemilik bisnis bertanya mengapa mereka perlu membuat landing page jika sudah memiliki website atau media sosial.

Jawabannya cukup sederhana: landing page dirancang untuk meningkatkan konversi.

Berikut beberapa alasan mengapa landing page sangat penting untuk bisnis online.

Fokus pada satu tujuan

Landing page dirancang dengan satu tujuan yang jelas, misalnya menjual produk atau mengumpulkan leads.

Hal ini membuat pengunjung tidak terdistraksi oleh banyak menu atau halaman lain.

Meningkatkan efektivitas iklan

Jika Anda menjalankan iklan digital seperti Facebook Ads atau Google Ads, landing page dapat membantu meningkatkan performa iklan karena pengunjung diarahkan langsung ke halaman yang relevan.

Meningkatkan kepercayaan calon pelanggan

Landing page yang dirancang dengan baik biasanya berisi informasi lengkap tentang produk atau layanan, testimoni pelanggan, serta bukti sosial lainnya yang dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung.

Membantu proses penjualan

Landing page biasanya dirancang mengikuti alur psikologi pelanggan sehingga mampu membimbing pengunjung dari tahap ketertarikan hingga akhirnya melakukan pembelian.

Perbedaan Landing Page dan Website

Banyak orang masih bingung membedakan antara landing page dan website.

Secara sederhana, website biasanya memiliki banyak halaman, sedangkan landing page hanya memiliki satu halaman yang fokus pada konversi.

Website biasanya berisi berbagai informasi seperti:

  • profil perusahaan
  • artikel blog
  • halaman layanan
  • halaman kontak

Sementara itu, landing page biasanya hanya fokus pada satu produk atau satu penawaran.

Jika Anda ingin memahami perbedaan keduanya secara lebih lengkap, Anda bisa membaca artikel berikut: Landing Page vs Website: Mana yang Lebih Efektif untuk Jualan Online?

 

Image Informasi Produk dan Layanan

7 Langkah Cara Membuat Landing Page yang Efektif

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk membuat landing page yang efektif.

1. Memahami Informasi Produk atau Layanan

Langkah pertama ini sering diremehkan, padahal paling menentukan hasil akhir landing page. Banyak landing page gagal konversi bukan karena desainnya jelek atau traffic-nya sedikit, tapi karena copywriting-nya tidak “kena” ke kebutuhan market. Dan akar masalahnya hampir selalu sama: copywriter tidak benar-benar memahami produknya.

Sebelum menulis satu kalimat pun di landing page, kamu idealnya sudah memahami poin-poin berikut:

1.1 Produkmu itu apa? bukan sekedar Namanya

Produkmu termasuk ketegori apa?

  • Produk fisik?
  • Jasa?
  • Kelas online?
  • Software?
  • Peluang bisnis?

Setipa jenis produk butuh pendekatan copywriting yang berbeda.

1.2 Target Market yang Spesifik

Bukan cuma: “Untuk semua orang”

Tapi:

  • Siapa mereka?
  • Dalam kondisi apa mereka sekarang?
  • Masalah apa yang paling mengganggu hidup atau bisnis mereka?

Landing page yang kuat biasanya berbicara ke satu tipe orang, bukan semua orang.

1.3 Masalah Utama

Produk yang bagus selalu lahir dari masalah nyata.

Kamu perlu tahu:

  • Apa rasa frustrasi terbesar audience?
  • Apa ketakutan yang sering mereka pendam?
  • Apa yang bikin mereka overthinking?

Di sinilah copywriting mulai “hidup”.

1.4 Solusi yang Ditawarkan Produk

Bukan cuma “bisa membantu”, tapi:

  • Membantu bagaimana?
  • Dengan cara apa?
  • Dibanding solusi lain, apa bedanya?

Solusi inilah yang nanti diterjemahkan menjadi benefit.

1.5 Benefit Nyata, Bukan Fitur Teknis

Fitur = apa yang produk punya
Benefit = apa yang customer rasakan

Kamu harus bisa menerjemahkan fitur menjadi dampak nyata bagi target market.

1.6 Unique Selling Point (USP)

Kenapa harus produk ini?

  • Lebih cepat?
  • Lebih aman?
  • Lebih berpengalaman?
  • Lebih praktis?
  • Lebih terjangkau?

USP adalah senjata utama landing page.

1.7 Alasan Orang Percaya

Di sinilah peran:

  • Testimoni
  • Pengalaman
  • Portofolio
  • Social proof
  • Garansi

Tanpa kepercayaan, copywriting sehebat apa pun akan rontok.

Hubungan Langsung Antara Pemahaman Produk & Konversi

Semakin paham produk

  • Headline makin tajam
  • Alur copywriting makin logis
  • Emosi audience lebih tersentuh
  • Keberatan calon pembeli terjawab
  • CTA terasa masuk akal

Inilah kenapa landing page yang konversinya tinggi hampir selalu terasa “relate” saat dibaca.

Bukan karena kata-katanya indah, tapi karena:

“Ini gue banget.”

Copywriting Landing Page = Strategi, Bukan Sekadar Tulisan

Landing page yang baik itu seperti sales terbaik:

  • Paham produk
  • Paham calon pembeli
  • Tahu kapan meyakinkan
  • Tahu kapan menenangkan
  • Tahu kapan mengajak action

Dan semua itu mustahil dilakukan tanpa memahami informasi produk terlebih dahulu.

Karena itu, sebelum sibuk mencari:

  • Framework copywriting
  • Jenis headline
  • Formula CTA

Pastikan satu hal ini dulu:

Apakah kamu benar-benar paham produk yang akan kamu jual?

Karena copywriting landing page yang efektif selalu dimulai dari pemahaman produk yang mendalam, bukan dari kata-kata yang indah.

2. Menentukan Tujuan dari Landing Page

Kesalahan paling umum pemula adalah ingin semuanya sekaligus.

Landing page seharusnya hanya punya satu tujuan utama, misalnya:

  • Klik tombol WhatsApp
  • Isi form konsultasi
  • Daftar webinar
  • Beli produk

Kenapa tidak boleh banyak tujuan?

Karena semakin banyak pilihan, semakin besar peluang pengunjung tidak melakukan apa-apa.

Prinsip sederhana:

1 landing page = 1 aksi utama

Kalau kamu ingin banyak tujuan, solusinya bukan satu landing page, tapi beberapa landing page dengan tujuan berbeda.

3. Penulisan Copywriting

Menulis copywriting landing page sering terasa rumit, apalagi kalau kamu baru memulai. Tapi tenang! Kamu gak perlu jadi copywriter profesional dulu untuk membuat landing page.

Kamu bisa menggunakan framework AIDCA. Framework ini bisa membantu kamu untuk menyusun alur copywriting secara logis, persuasif dan terbukti efektif untuk meningkatnkan konversi.

Apa Itu Framework AIDCA?

AIDCA adalah panduan menulis copywriting yang mengikuti cara orang berpikir sebelum membeli.

AIDCA terdiri dari 5 tahap:

  • Attention – menarik perhatian
  • Interest – bikin pembaca tertarik
  • Desire – bikin pembaca ingin
  • Conviction – bikin pembaca yakin
  • Action – mengajak bertindak

3. 1 Attention – Menarik Perhatian

Ini bagian paling penting, karena menentukan apakah orang mau lanjut baca atau langsung pergi.

Tujuan Attention:

👉 Bikin orang berhenti scroll dan mikir:
“Eh, ini gue banget.”

Untuk menarik perhatian kamu bisa befokus di bagian:

  • Headline
  • Sub-Headline (Sebagai pendukung headline jika dibutuhkan)
  • Visual Produk atau Video Produk

Contoh:

Disini Aku ingin memberikan study kasus salah satu hasil dari jasa pembuatan landing page aku yaitu Ecourse Exit Plan: Design Your Resign.

Ecourse ini adalah panduan lengkap untuk Kamu yang ingin resign dengan matang, aman, dan tetap percaya diri. Berisikan 30+ video panduan mempersiapkan resign, menemukan alasan, kesiapan finansial, mental, explore diri untuk menemukan pekerjaan yang sesuai jati diri (blueprint diri) sampai implementasi resign.

  • Headline
    Resign dengan Tenang, Bangun Karier Sesuai Passion & Tetap Berdaya!Jadi di bagian ini Aku menggunakan “benefit headline” yaitu headline yang langsung fokus menjelaskan manfaat dari produknya.
  • Sub Headline
    Exit Plan membantu kamu merancang resign secara matang: mulai dari persiapan finansial, mental, hingga membangun side hustle sebelum benar-benar keluar dari pekerjaan.Di bagian sub headlinenya Aku langsung aja berikan penjelasnya pendukung untuk headlinenya.
  • Visual
    Di bagian visual nya Aku berikan gambar Ecover Ecourse Exit Plan.
Cara Membuat Landing Page - Image Attention
Contoh Bagian Attention – Landing Page Exit Plan

3.2 Interest – Membuat Pembaca Merasa “Ini Gue Banget”

Setelah perhatian didapat, lanjutkan dengan Interest.

Di tahap ini kamu:

  • Menggambarkan kondisi yang sedang dialami audience
  • Memperdalam rasa relate
  • Menunjukkan bahwa kamu paham masalah mereka

Tujuan Interest:

👉 membuat pembaca berpikir: “Kok persis kayak saya ya?”

Contoh:

Mungkinkah Ini yang Kamu Inginkan:

  • Bisa resign dari PNS / kerjaan utama dengan perencanaan yang matang & aman?
  • Memiliki pekerjaan yang sesuai passion dan tidak terikat waktu?
  • Memiliki kebebasan waktu dan bisa dekat dengan keluarga?

Tetapi disisi lain Kamu merasa:

  • Bingung harus memulai dari mana karena tidak ada yang membimbing?
  • Takut untuk resign karena belum memiliki sumber pendapatan lainnya?
  • Takut kehilangan arah karena setelah resign jadi pengangguran?
  • Overthinking dengan pendapat keluarga dan teman kalau resign dari pekerjaan?

Tenang kamu gak sendirian kok! Aku juga dulu pernah merasakannya.

Cara Membuat Landing Page - Bagian Interest
Contoh Bagian Interest – Landing Page Exit Plan

3.3 Desire – Menumbuhkan Keinginan Memiliki Solusi

Setelah audience merasa dipahami, barulah kamu masuk ke Desire.

Di sini kamu:

  • Mengenalkan produk sebagai solusi
  • Menjelaskan manfaat utama
  • Menunjukkan perubahan yang akan dirasakan

⚠️ Fokuskan pada benefit, bukan fitur teknis.

Contoh:

Memperkenalkan

Ecourse Exit Plan : Panduan Resign Matang Bebas Cemas Untuk Karyawan Tetap
Panduan lengkap untuk Kamu yang ingin resign dengan matang, aman, dan tetap percaya diri. Berisikan 30+ video panduan mempersiapkan resign, menemukan alasan, kesiapan finansial, mental, explore diri untuk menemukan pekerjaan yang sesuai jati diri (blueprint diri) sampai implementasi resign.

List Materi yang akan dipelajari:

  • Modul 01
  • Modul 02
  • Modul 03
  • Dan seterusnya

Kenapa Kamu Harus Mengikuti Ecourse Exit Plan?

  • Punya Rencana Resign yang Matang & Terstruktur
    Tidak lagi bingung atau impulsif. Kamu tahu apa saja yang harus disiapkan, mulai dari mental, finansial, hingga karier pasca resign.
  • Benefit 02
  • Benefit 03
  • Dst

Desire yang kuat membuat audience mulai berpikir:

“Kalau pakai ini, hidup gue bisa berubah.”

Cara Membuat Landing Page - Bagian Desire
Contoh Bagian Desire – Landing Page Exit Plan

3.4 Conviction – Menghilangkan Keraguan & Rasa Takut

Banyak landing page gagal di tahap ini.

Audience sebenarnya sudah tertarik, tapi masih ragu:

  • “Beneran bisa?”
  • “Cocok gak buat saya?”
  • “Takut zonk”

Di sinilah fungsi Conviction.

Isi Conviction bisa berupa:

  • Testimoni
  • Pengalaman mentor
  • Social proof
  • Garansi
  • Penjelasan logis & realistis

Contoh:

Conviction membuat audience merasa aman untuk melangkah.

Cara Membuat Landing Page - Bagian Conviction
Contoh Bagian Conviction – Landing Page Exit Plan

3.5 Action – Mengajak dengan Jelas dan Meyakinkan

Tahap terakhir adalah Action.

Kesalahan umum:

  • CTA terlalu lemah
  • Tidak ada urgensi
  • Tidak jelas harus klik apa

CTA harus:

  • Jelas
  • Spesifik
  • Relevan dengan masalah audience

Contoh:

Sudah Siap Untuk Merencanakan Resign-mu? Saatnya merencanakan resign-mu dengan bergabung di Ecourse Exit Plan Sekarang!

Beli Sekarang!

4. Membuat Rancangan Desain Landing Page

Setelah copywriting landing pagenya selesai, Kamu bisa membuat rancangan desain landing page (wireframe) di tools desain atau paling mudah sekedar coret-coret di kertas.

Kamu bisa sesuaikan penempatan copywritingnya agar tampilannya bagus, rapi dan enak dilihat. Biar kamu mudah membuat rancangan desainnya, bisa ikutin pola berikut ini:

4.1 Kolom

Biasanya untuk desain 1 kolom aku pakai di bagian:

  • Header (bagian paling atas yang berisikan headline, sub headline dan visual)
  • Storytelling (karena banyak konten tulisan jadi Aku buat 1 kolom biar mudah dibaca)
  • Call to Action yang hanya punya 1 pricelist

Contoh:

Cara Membuat Landing Page - Bagian Storytelling
Contoh Desain Bagian Storytelling
Contoh Desain Bagian CTA
Contoh Desain Bagian CTA

4.2 Kolom

Kalau 2 kolom biasanya dipake di bagian konten membutuhkan ilustrasi gambar. Semisal konten teks di kiri dan di bagian kanan menampilkan gambar.

Contoh:

Contoh Desain 2 Kolom

4.3 Lebih dari 2 Kolom

Desain yang nantinya menampilkan lebih dari 2 kolom pada intinya dibuat untuk memberikan variasi desain, agar tampilannya tidak monoton.

Semisal bagian awal pake 1 kolom, lalu 2 kolom, nah selanjutnya bisa pakai 3 kolom atau 4 kolom. Disesuaikan dengan copywriting dan kreativitas masing-masing.

Nanti kalau sudah banyak coba, pasti akan paham polanya.

Contoh:

Cara Membuat Landing Page - 3 kolom

Pada akhirnya untuk bisa membuat desain landing page yang bagus Kamu perlu untuk sering-sering melihat karya desain landing page orang lain.

Kamu bisa mengunjungi website seperti pinterest, dribble, behance dan website serupa lainnya.

5. Menyiapkan Domain & Hosting

Agar landing page bisa diakses online, kamu membutuhkan:

  • Domain → alamat website (contoh: namabisnis.com)
  • Hosting → tempat menyimpan website

Tips untuk pemula:

  • Pilih domain yang singkat & mudah diingat
  • Gunakan hosting dengan panel yang user-friendly
  • Pastikan support mudah dihubungi

Bagian ini memang teknis, tapi hanya dilakukan sekali di awal. Setelah itu, kamu bisa fokus ke pengembangan landing page.

Image Eksekusi Pembuatan Landing Page dengan WordPress + Page Builder

6. Eksekusi Pembuatan Landing Page dengan WordPress + Page Builder

Banyak orang ingin punya landing page sendiri untuk jualan, promosi jasa, atau mengumpulkan leads. Tapi begitu dengar kata coding, langsung ciut nyali.

HTML, CSS, JavaScript—terdengar ribet dan bikin pusing, apalagi buat yang latar belakangnya bukan IT.

Kabar baiknya, sekarang kamu bisa membuat landing page tanpa coding sama sekali. Bahkan, orang awam dan gaptek pun bisa melakukannya.

Salah satu kombinasi tools paling populer dan mudah digunakan adalah WordPress dan Elementor.

Dengan WordPress sebagai platform website dan Elementor sebagai page builder visual, kamu bisa membuat landing page profesional hanya dengan drag and drop.

Page builder adalah tools atau plugin yang digunakan untuk membuat dan mengatur tampilan halaman website secara visual (drag & drop), tanpa perlu coding.

6.1 WordPress: Platform Website Paling Populer

WordPress adalah platform website yang digunakan oleh lebih dari 40% website di dunia. Beberapa alasan WordPress banyak dipilih:

  • Gratis dan open source
  • Mudah digunakan pemula
  • Banyak plugin pendukung
  • Fleksibel untuk berbagai kebutuhan
  • Cocok untuk landing page, website bisnis, hingga blog

WordPress menjadi fondasi yang kuat untuk membuat landing page tanpa harus membangun website dari nol dengan coding.

6.2 Elementor: Page Builder Visual Tanpa Coding

Elementor adalah page builder visual yang memungkinkan kamu mendesain halaman website secara langsung di layar.

Dengan Elementor, kamu bisa:

  • Menyusun layout landing page
  • Menambahkan teks, gambar, dan tombol
  • Mengatur warna, font, dan spasi
  • Melihat hasil desain secara real-time

Semua dilakukan tanpa menulis satu baris kode pun.

Image Optimasi Tampilan Website Agar Responsive

7. Optimasi Tampilan Website Agar Responsive

Mayoritas pengunjung landing page datang dari smartphone. Landing page yang tidak responsive berpotensi kehilangan calon pembeli, meskipun produk dan penawarannya sebenarnya menarik.

Pastikan:

  • Teks mudah dibaca di HP
  • Tombol CTA cukup besar
  • Tidak perlu zoom
  • Loading cepat

Landing page yang bagus di desktop tapi berantakan di HP = konversi hilang.

Selalu cek tampilan:

  • Desktop
  • Tablet
  • Mobile

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Landing Page

Banyak bisnis membuat landing page tetapi tidak mendapatkan hasil yang maksimal karena beberapa kesalahan berikut.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • headline tidak jelas
  • informasi produk terlalu sedikit
  • tidak ada testimoni
  • desain terlalu ramai
  • CTA tidak terlihat jelas

Anda bisa membaca pembahasan lebih lengkap mengenai kesalahan tersebut pada artikel berikut: 19 Kesalahan dalam Pembuatan Landing Page. Nomor 2 Paling Sering Terjadi!

Tools yang Bisa Digunakan Untuk Membuat Landing Page

Saat ini ada banyak tools yang dapat digunakan untuk membuat landing page dengan mudah.

Beberapa tools yang populer antara lain:

WordPress

WordPress adalah platform website yang sangat fleksibel dan banyak digunakan oleh bisnis di seluruh dunia.

Elementor

Elementor adalah plugin page builder yang memungkinkan Anda membuat landing page dengan cara drag and drop tanpa perlu coding.

Page Builder

Page builder memudahkan pengguna membuat halaman website secara visual.

Jika Anda ingin mengetahui berbagai pilihan page builder yang bisa digunakan, Anda bisa membaca artikel berikut: Rekomendasi Page Builder Terbaik untuk Pebisnis Pemula

Apakah Bisa Membuat Landing Page Gratis?

Banyak orang ingin membuat landing page tetapi memiliki keterbatasan budget.

Kabar baiknya, ada beberapa cara membuat landing page secara gratis.

Salah satu cara yang cukup sederhana adalah menggunakan Google Site.

Google Site memungkinkan Anda membuat halaman website dengan mudah tanpa perlu pengetahuan coding.

Jika Anda ingin mempelajari caranya, Anda bisa membaca panduan berikut: Cara Membuat Landing Page dengan Google Site Gratis & Mudah untuk Pemula

Contoh Landing Page Berdasarkan Niche Bisnis

Setiap jenis bisnis memiliki karakteristik landing page yang berbeda. Struktur, copywriting, hingga pendekatan penawarannya perlu disesuaikan dengan target market.

Berikut beberapa contoh landing page berdasarkan niche bisnis yang bisa Anda pelajari:

Berapa Biaya Pembuatan Landing Page?

Biaya pembuatan landing page bisa sangat bervariasi tergantung beberapa faktor seperti:

  • kompleksitas desain
  • jumlah section
  • fitur tambahan
  • pengalaman penyedia jasa

Jika Anda ingin mengetahui kisaran biaya pembuatan landing page secara lebih detail, Anda bisa membaca artikel berikut: Berapa Biaya Jasa Pembuatan Landing Page?

Apakah Lebih Baik Membuat Sendiri atau Menggunakan Jasa?

Banyak pebisnis bertanya apakah mereka sebaiknya membuat landing page sendiri atau menggunakan jasa profesional.

Membuat landing page sendiri tentu memungkinkan, terutama jika Anda memiliki waktu untuk belajar dan mencoba berbagai tools.

Namun menggunakan jasa profesional biasanya memberikan beberapa keuntungan seperti:

  • desain yang lebih profesional
  • struktur konversi yang lebih optimal
  • proses yang lebih cepat

Jika Anda ingin mengetahui cara memilih jasa yang tepat, Anda bisa membaca panduan berikut: Tips Cara Memilih Jasa Pembuatan landing Page

Kesimpulan

Landing page adalah salah satu elemen penting dalam strategi digital marketing modern. Dengan struktur yang tepat dan copywriting yang efektif, landing page dapat membantu meningkatkan konversi dan penjualan secara signifikan.

Melalui artikel ini Anda telah mempelajari berbagai hal penting mulai dari pengertian landing page, struktur landing page yang efektif, hingga langkah-langkah membuat landing page yang mampu meningkatkan penjualan.

Jika Anda memiliki waktu dan ingin belajar, Anda tentu bisa mencoba membuat landing page sendiri menggunakan berbagai tools yang tersedia.

Namun jika Anda ingin memiliki landing page yang benar-benar dirancang untuk meningkatkan konversi dan mendukung strategi pemasaran bisnis Anda, menggunakan jasa pembuatan landing page profesional bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.

Landing page yang dirancang dengan strategi yang tepat tidak hanya terlihat menarik secara visual, tetapi juga mampu membimbing pengunjung hingga akhirnya menjadi pelanggan.

FAQ

Berapa biaya membuat landing page?

Biaya pembuatan landing page sangat bervariasi tergantung kompleksitas desain dan fitur yang dibutuhkan.

Apakah landing page harus menggunakan domain?

Tidak selalu, tetapi menggunakan domain sendiri biasanya terlihat lebih profesional.

Apakah landing page bisa dibuat tanpa coding?

Ya, saat ini banyak tools seperti page builder yang memungkinkan Anda membuat landing page tanpa coding.

Berapa lama membuat landing page?

Waktu pembuatan landing page biasanya berkisar antara beberapa jam hingga beberapa hari tergantung tingkat kompleksitasnya.

Apakah landing page bisa meningkatkan penjualan?

Ya, jika dirancang dengan strategi yang tepat, landing page dapat meningkatkan tingkat konversi dan membantu meningkatkan penjualan bisnis.